Pada bulan April Pemerintah Kota Gorontalo berhasil menekan angka inflasi. Meski demikian, kebutuhan masyarakat akan kebutuhan pokok meningkat drastis dalam menghadapi siklus rawan yakni puasa dan idul fitri.
Sementara itu, data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, pada bulan April Inflasi Kota Gorontalo ada diangka 0,02 persen termasuk pada angka paling rendah dibandinh dengan kota-kota pain yang ada di pulau sulawesi.
"Sesuai dengan data yang kami terima dari BPS Provinsi Gorontalo, angka inflasi pada bulan April di Kota Gorontalo ada diangka 0,02,"jelasnya, Kepala Bagian Ekonomi.
Saat diwawancarai melalui telepon Wa pada Senin (8/5/2023) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Gorontalo, Kaima Kamaru mengatakan, Inflasi di Kota Gorontalo berdampak besar pada inflasi Provinsi Gorontalo yang menjadi daerah dengan inflasi terendah ketiga setelah Sulawesi Barat dan Bangka Belitung, masing-masing di angka 3,45 persen, 3,31 persen dan 2,96 persen.
Dengan demikian, Pemkot Gorontalo telah melakukan intervensi sehingganya inflasi pada April hanya ada diangka 0,02 persen. "Banyak hal yang dilakukan pihak kami dalam menekan inflasi di daerah. Yakni, melakukan kegiatan pangan murah, menyalurkan bantuan beras premium, bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), rutin menggelar sidak terhadap harga jual bahan pokok baik di pasar tradisional, maupun di pasar modern,"jelasnya Kaima Kamaru.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, pada bulan April itu juga Walikota bersama unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kota Gorontalo terus mengintensifkan sidak di sejumlah distributor.
Sementara itu, Walikota Gorontalo, Marten Taha menyampaikan, turunnya inflasi di Kota Gorontalo jangan membuat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lengah. Sebaliknya, Marten menginstruksikan kepada jajarannya untuk lebih masif melakukan upaya-upaya yang selama ini dilaksanakan.
"Jangan sampai lengah. Inflasi ini layaknya Covid-19, kalau kita lengah kasus konfirmasi positifnya akan bertambah. Tapi, kalau kita memberikan perhatian serius, pasti akan terkendali kasus konfirmasinya,"pungkasnya, Walikota Gorontalo dua periode Marten Taha. (Syahrin)