Go-Pena Baner

Saturday, 24 October, 2026

Edukasi Gaya Hidup Sehat, Dosen Poltekkes Gorontalo Bantu Lansia Cegah Diabetes

Responsive image
Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Gorontalo memberikan edukasi pencegahan diabetes melitus tipe 2 kepada peserta lansia di wilayah kerja Puskesmas Pilolodaa, Kota Gorontalo.

GORONTALO – Upaya pencegahan diabetes melitus tipe 2 pada kelompok lanjut usia terus diperkuat melalui edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Tim dosen Poltekkes Kemenkes Gorontalo bersama Puskesmas Pilolodaa, Kota Gorontalo, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan pemahaman lansia mengenai faktor risiko diabetes, pengaturan pola makan, serta pentingnya aktivitas fisik. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2026 ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung masyarakat menerapkan gaya hidup sehat.

Program pengabdian tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan sebagian masyarakat, khususnya lansia, mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Selain itu, penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan pengaturan kadar gula darah. Risiko penyakit ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan individu. Karena itu, pemahaman mengenai gaya hidup sehat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan serta pengendalian faktor risiko penyakit, terutama pada kelompok usia lanjut.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Denny Indra Setiawan, M.Gizi, bersama anggota tim R. Ayu Cahyaning Alam, S.Gz, M.Si dan Fatmayanti Nawai, S.Gz, M.Gizi dari Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Melalui program kemitraan masyarakat, tim berupaya mendekatkan informasi kesehatan dan gizi kepada masyarakat dengan pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta lanjut usia.

Dalam pelaksanaannya pada tanggal 5 Agustus 2026, peserta memperoleh penyuluhan mengenai diabetes melitus tipe 2, faktor risiko, pilihan pola makan yang lebih sehat, dan pentingnya aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan individu. Penyampaian materi juga dilengkapi dengan diskusi serta pendampingan agar peserta dapat memahami pesan kesehatan dan menghubungkannya dengan kebiasaan sehari-hari.

Puskesmas Pilolodaa berperan aktif sebagai mitra kegiatan, mulai dari koordinasi, penentuan sasaran, penyediaan tempat, hingga pendampingan peserta. Tenaga kesehatan dan kader turut mendukung pelaksanaan edukasi yang terintegrasi dengan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk Posyandu Lansia.

Salah satu perhatian dalam kegiatan ini adalah memastikan peserta lansia tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian edukasi dan evaluasi. Sebagian peserta mengalami keterbatasan penglihatan serta kesulitan membaca atau menulis. Untuk mengatasinya, tim memberikan pendampingan langsung saat pengisian instrumen evaluasi dengan tetap menjaga agar jawaban berasal dari peserta sendiri.

Sebagai bagian dari evaluasi, tim melakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui pre-test dan post-test. Laporan pelaksanaan menyebutkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai diabetes melitus tipe 2 dan upaya pencegahannya setelah mengikuti kegiatan. Besaran peningkatan tersebut masih memerlukan verifikasi berdasarkan data evaluasi asli.

Lebih dari sekadar penyampaian informasi, kegiatan ini diarahkan untuk membantu lansia memahami langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengaturan konsumsi makanan, pemilihan bahan pangan yang sesuai, serta pembiasaan aktivitas fisik menjadi pesan penting yang diharapkan dapat terus dipraktikkan dengan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.

Kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan Puskesmas Pilolodaa juga membuka peluang keberlanjutan edukasi melalui pemanfaatan materi dan media penyuluhan dalam pelayanan kesehatan rutin. Dengan dukungan petugas puskesmas dan kader, pesan-pesan pencegahan diabetes diharapkan dapat terus disampaikan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi berkontribusi menghadirkan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Pendekatan kemitraan dengan puskesmas menjadi salah satu langkah memperkuat upaya promotif dan preventif serta mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. (*)


Share