Go-Pena Baner

Friday, 23 October, 2026

Perdana di Indonesia Timur PW Pergunu Gorontalo Laksanakan Pendidikan Kader Guru NU

Responsive image
Pembukaan kegiatan Pendidikan Kader Guru NU oleh PW Pergunu Gorontalo, 23/10/2026 (Foto:Fikri /Go-Pena.id)

 

 

Gorontalon, (Go-Pena.id)– Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Provinsi Gorontalo resmi memulai Pendidikan Kader Guru Nahdlatul Ulama (PKGNU) angkatan pertama di Asrama Haji Kota Gorontalo, Jumat (23/10/2026).

 

Ketua PW PERGUNU Provinsi Gorontalo, Dikson Yasin, menegaskan bahwa penguatan kualitas dan kaderisasi guru menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU), terutama dalam membentuk generasi yang berilmu dan berpegang teguh pada paham Ahlussunnah wal Jamaah.

 

Dikson menyebut pelaksanaan PKGNU perdana ini merupakan langkah awal yang penting bagi PERGUNU Gorontalo, meskipun persiapannya belum sepenuhnya maksimal. Menurutnya, tekad dan komitmen menjadi kunci untuk mewujudkan program kaderisasi tersebut.

 

“Tidak ada yang tidak mungkin ketika mengurus NU. Kalau ada halangan, biasanya dilawan halangan itu. Kalau ada dinding, ditabrak dinding,” ungkap Dikson dalam sambutannya.

 

Ia menambahkan, terdapat tiga sasaran utama yang ingin dicapai melalui PKGNU. Pertama, melahirkan guru yang berilmu dan memahami dunia pendidikan. Kedua, memiliki pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah. Ketiga, membentuk guru yang ikhlas dan memiliki semangat pengabdian dalam memperjuangkan nilai-nilai NU.

 

Dikson berharap, melalui pendidikan kader ini, guru-guru NU di Gorontalo dapat memperkuat perannya, tidak hanya sebagai tenaga pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.

 

Dalam pelaksanaan angkatan pertama ini, PW PERGUNU Gorontalo turut menghadirkan pemateri eksternal untuk memperluas wawasan peserta. Di antaranya, perwakilan Densus 88 Antiteror untuk membahas kewaspadaan terhadap radikalisme di kalangan pendidik, serta Wakil Gubernur Gorontalo yang dijadwalkan menyampaikan materi terkait persoalan HIV/AIDS di kalangan generasi muda.

 

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari sejumlah Pengurus Cabang (PC) PERGUNU kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Dalam laporannya, Dikson menyebut peserta yang terdaftar berjumlah 36 orang, sementara peserta dari beberapa daerah masih dalam perjalanan.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Pusat PERGUNU, Ahmad Zuhri, mengapresiasi inisiatif PW PERGUNU Gorontalo yang menjadi salah satu penggerak pelaksanaan PKGNU angkatan pertama di kawasan Indonesia Timur.

 

Ia berharap kegiatan tersebut berlanjut ke angkatan berikutnya dan mampu menghasilkan instruktur yang dapat mengembangkan pendidikan kader secara mandiri di daerah.

 

Dengan tersedianya instruktur, pelaksanaan PKGNU selanjutnya diharapkan tidak selalu bergantung pada kehadiran pemateri dari Pengurus Pusat PERGUNU.

 

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, perwakilan Kementerian Haji, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Provinsi Gorontalo, anggota KPU Gorontalo, serta perwakilan badan otonom NU Provinsi Gorontalo.

 

Melalui PKGNU perdana ini, PW PERGUNU Gorontalo berharap lahir kader-kader guru yang tidak hanya kompeten dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ke-NU-an dan pengabdian kepada masyarakat.


Share