PEMKOT - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk revitalisasi gedung dan pengadaan peralatan medis modern di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.
Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran RSUD Aloei Saboe dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Rombongan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Aloei Saboe, dr. Ucok Lubis.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana revitalisasi fasilitas rumah sakit sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Gorontalo dan daerah sekitarnya.
Kemenkes menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk mendukung pembenahan gedung serta pengadaan peralatan medis modern. Namun, Pemerintah Kota Gorontalo diminta menyiapkan lahan seluas 6.000 meter persegi sebagai bagian dari persyaratan pengembangan fasilitas rumah sakit.
Plt. Direktur RSUD Aloei Saboe, dr. Ucok Lubis, menyambut dukungan pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, revitalisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat infrastruktur dan melengkapi sarana penunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.
"Dukungan pemerintah pusat ini menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan kapasitas RSAS, baik dari sisi infrastruktur maupun kelengkapan peralatan penunjang pelayanan kesehatan," ungkap Ucok.
Ia berharap, revitalisasi tersebut dapat menghadirkan fasilitas pelayanan yang lebih memadai, meningkatkan kenyamanan pasien, serta menunjang tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.
Audiensi ini juga menjadi tindak lanjut dari kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke RSUD Aloei Saboe sebelumnya. Dalam kunjungan tersebut, pihak Kemenkes berkesempatan melihat secara langsung kondisi rumah sakit sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ucok menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenkes dan pemerintah daerah untuk mematangkan rencana revitalisasi, termasuk pemenuhan kebutuhan lahan serta penyusunan tahapan perencanaan teknis.
"Dengan adanya koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, kami akan mematangkan rencana revitalisasi, termasuk pemenuhan kebutuhan lahan dan tahapan perencanaan teknis," tandasnya.
Apabila seluruh persyaratan dan tahapan perencanaan dapat dituntaskan sesuai ketentuan, dukungan anggaran tersebut diharapkan menjadi momentum modernisasi RSUD Aloei Saboe. Dengan demikian, rumah sakit ini dapat semakin optimal dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.(*)