Go-Pena Baner

Saturday, 24 October, 2026

Dinkes Gorontalo Bekali 433 Siswa SMA Negeri 3 Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

Responsive image
Kepala Dinas Anang S. otoluwa memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan penularan penyakit infeksi menular seksual.

PEMPROV - Sebanyak 433 siswa kelas XI SMA Negeri 3 Kota Gorontalo mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual (IMS) dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Jumat (23/10/2026).

Edukasi yang diberikan langsung oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, perubahan selama masa pubertas, serta risiko penyakit yang dapat ditimbulkan oleh perilaku seksual berisiko.

Anang mengatakan, pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sangat penting bagi remaja agar mereka mampu memahami perubahan yang terjadi pada dirinya sekaligus mengenali berbagai risiko kesehatan yang perlu diantisipasi.

Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membekali remaja dengan pemahaman yang benar sehingga mereka dapat menjaga kesehatan diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

“Kami diundang untuk memberikan materi terkait kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual. Tujuannya agar para siswa SMA memiliki pengetahuan yang menyeluruh terkait risiko penyakit yang dapat timbul akibat hubungan seksual berisiko,” kata Anang.

Ia menjelaskan, masa remaja merupakan fase peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan biologis dan psikologis. Perubahan tersebut perlu dipahami agar remaja mampu menyikapinya dengan tepat.

“Remaja mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Ada perubahan-perubahan pada organ reproduksi yang harus mereka ketahui, termasuk bagaimana menyikapinya. Sebab, perubahan yang terjadi bukan hanya secara biologis, tetapi juga psikologis,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, Siti Afriyani Arif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang disusun berdasarkan hasil identifikasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di kalangan remaja.

Ia menjelaskan, tema kesehatan reproduksi dipilih setelah para guru melakukan identifikasi, asesmen, dan evaluasi terhadap kondisi pergaulan siswa. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim kurikulum untuk menghadirkan narasumber yang kompeten dalam memberikan edukasi kepada para siswa.

“Tema ini diangkat dari berbagai isu yang muncul di kalangan remaja, termasuk persoalan pergaulan bebas. Berdasarkan hasil identifikasi, asesmen, dan evaluasi para guru, tim kurikulum berinisiatif melaksanakan pembelajaran kokurikuler dengan mengundang narasumber yang tepat,” jelas Siti.

Ia berharap, materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga mendorong mereka menjadi agen edukasi bagi teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.

“Setelah mempelajari materi ini, kami berharap siswa mampu saling mengedukasi, baik di lingkungan terdekat maupun di luar lingkungan sekolah,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme para siswa. Hal itu terlihat dari respons dan berbagai pertanyaan yang disampaikan saat narasumber berinteraksi dengan peserta.

Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan semakin memahami perubahan pada masa remaja, mampu menjaga kesehatan reproduksi, serta memiliki pengetahuan yang memadai untuk menghindari perilaku berisiko dan menjaga kesehatan diri. (*)


Share