Iklan Go-pena.id Susunan Redaksi Tentang Kami
Go-Pena Baner

Wednesday, 06 July, 2022

BKOW Gelar Seminar Pakaian Adat

Responsive image
Seminar Pakaian Adat Gorontalo yang dilaksanakan oleh BKOW Provinsi Gorontalo

(Go-Pena.id) -  Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), melaksanakan kegiatan seminar pakaian adat, di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Kegiatan ini dilaksanakan karena melihat sudah banyak pakaian adat dengan berbagai kreasi. 
Kegiatan pelatihan ini juga tidak hanya menghadirkan para anggota BKOW saja, akan tetapi juga menghadirkan para pelaku peminjaman baju adat di Provinsi Gorontalo. 
Ketua BKOW Provinsi Gorontalo, Nurinda Rahim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk untuk lebih memperkenalkan baju adat Gorontalo yang benar-benar sesuai dengan adat dan istiadat Gorontalo. 
"Gorontalo adalah daerah adat, dan saat ini BKOW terus menjaga adat tersebut salah satunya adalah seminar baju adat yang kita selenggarakan saat ini," ujarnya. 

Dengan Narasumber H Karim
T Laiya (Bate Lo Hulonthalo Lo O Lo Opo) dan Hj Nurmin Mertosono sebagai Pelaku Adat.
Ketua Bidang Sosial, Seni dan Budaya BKOW Prov Gorontalo
Prof. Dr. Astin Lukum, MSi merangkumm kesimpulan. Hasilnya adalah
I. Pemeringkatan Baju adat:
1. Biliu(dipakai oleh pengantin setelah Akaji, dan hanya dipakai oleh olongia)
2. Hamsey(dipakai pengantin wanita pada acara Tidi lo polopalo sekaligus mopo tilandahu)
3. Madipungu(dipakai beat, kecubu dada pendek)
4. Pasanga( Tidak berkecubu dipakai mopodutaa to pingge acara momuhutu)
5. Wolimomo(dipakai pengantin wanita di Akaji)
6. Galenggo(dipakai oleh mbui mbui pada acara adat hajatan)
II. Kemudian untuk laki2
1. Paluwala yg di pake dgn pasangan biliu
2. Payungo Tilabatayila yg digunakan laki2 untuk pakaian khitan dan akaji
3. Takowa daa(sarungnya didalam kemeja dan digunakan oleh pembesar negeri(tatomboluwo)
4. Takowa kiki(sarungnya di atas kemeja)
5. Boo Kiki(baju koko pasangan dari Galenggo)
III. Acara Tolobalango dan Dutu
1. Untuk Pohalaa Hulonthalo:
Ibu2 bide-bide lo Bate dan wuloto palipa
2. Untuk Pohalaa Limutu:
Ibu2 bide-bide lo Palipa dan wuloto bate.
IV. Tilahu’a (pakaian duka) sbb:
1. moputio(putih) dipakai dari hari ke 1 duka sd hari ke 39.
2. Biru( menjauh seperti langit biru dalam seperti biru lautan) dipakai hari ke 40
3. Moyitomo(Hitam madelo Ayopa) dipakai di hari ke 100.
V. Warna pakaian Adat pada waktu Suka(hajatan) adalah Tilabatayila terdiri dari:
1. Merah
2. Kuning
3. Hijau
4. Ungu
VI. Prinsip adat harus mengunakan bahasa daerah Gorontalo
VII. Payu ada 3 yaitu 
1. Hulunthalo
2. Limutu
3. Suwawa
Hulonthalo terdiri dari 4 pohalaa
Limutu terdiri dari 4 Pohalaa
VIII. Adat Istiadat daerah Gorontalo telah ada sejak abad XVI oleh leluhur melalui ilham dan petunjuk gaib yg diberikan kepada leluhur dan sudah disumpah seluruh proses adat untuk kedua negeri Hulonthalo-Limutu  dan telah diakui secara nasional bahwa Gorontalo sebagai daerah adat yg ke 9 di Indonesia sehingga sudah menjadi aset kekayaan budaya nusantara.

Taluhu Taluhu Ito Eya
Dupoto Dupoto Ito Eya
Tulu Tulu Ito Eya
Huta Huta Ito Eya
Tawu Tawu Ito Eya
Bo japohutuwa suka-suka
Adati madili-dilito
Bolo Mo po ayito wawu mopo dembingo
"Kewajiban kita selaku masyarakat Gorontalo untuk melestarikan dan tidak merubah apa yang sudah menjadi ketentuan adat leluhur Hulonthalo -Limutu,"tutur Prof. Astin Lukum. (IP-02)


Share