Gorontalo-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi akuaponik skala rumah tangga sebagai salah satu upaya mendorong ketahanan pangan masyarakat Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Sosialisasi Inovasi Akuaponik Skala Rumah Tangga untuk Mendukung Ketahanan Pangan yang dilaksanakan di Desa Bube Baru, Kamis (10/09/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN-T II UNG dalam memberikan edukasi sekaligus memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Tahap II, Dewi Nuryanti Fazrin, S.Pi., M.Si. dan Zulkifli Arsalam MoO, S.Pi., M.Si., serta Sekretaris Desa Bube Baru, Warman Dai, selaku mitra pemerintah desa. Kegiatan juga diikuti masyarakat Desa Bube Baru yang antusias mengikuti pemaparan materi dan diskusi mengenai penerapan akuaponik di lingkungan rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan konsep dasar akuaponik sebagai sistem budidaya yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan dan budidaya tanaman dalam satu sistem yang saling mendukung. Air dari wadah pemeliharaan ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menyaring dan memperbaiki kualitas air sebelum kembali digunakan dalam sistem budidaya ikan.
Melalui penerapan tersebut, akuaponik dapat menjadi alternatif pemanfaatan lahan pekarangan yang relatif terbatas. Dengan menggunakan wadah dan peralatan sederhana yang mudah diperoleh, masyarakat dapat membudidayakan ikan sekaligus sayuran dalam satu sistem tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Konsep akuaponik skala rumah tangga dinilai relevan untuk dikembangkan di Desa Bube Baru karena dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat. Selain menghasilkan pangan untuk kebutuhan keluarga, sistem ini juga mendorong pemanfaatan pekarangan agar lebih produktif.
Dalam sambutannya, DPL KKN-T II UNG, Dewi Nuryanti Fazrin, menyampaikan bahwa kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program mahasiswa, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah program berakhir.
“Akuaponik merupakan salah satu teknologi sederhana yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan. Harapannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui sosialisasi ini, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri dan mengembangkannya sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing,” ujar Dewi.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan melalui akuaponik dapat menjadi salah satu langkah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh sumber protein dari ikan dan pangan nabati berupa sayuran dalam satu kesatuan budidaya.
Selain mendukung kebutuhan konsumsi keluarga, hasil budidaya akuaponik juga berpotensi memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara konsisten. Dengan demikian, inovasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan produktif berskala rumah tangga.
Dewi juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan kegiatan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya sosialisasi, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan inovasi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bube Baru, Warman Dai, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-T II UNG dan para DPL yang telah menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi akuaponik memiliki nilai strategis karena mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.
“Kami dari Pemerintah Desa Bube Baru sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Sosialisasi seperti ini memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, khususnya mengenai bagaimana lahan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan,” ungkap Warman Dai.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui praktik dan pengembangan secara bertahap oleh masyarakat. Pemerintah Desa Bube Baru, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai kegiatan pendampingan yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai teknik pemeliharaan ikan, jenis tanaman yang sesuai untuk sistem akuaponik, kebutuhan peralatan, pengelolaan kualitas air, hingga peluang penerapannya dalam skala rumah tangga.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan peserta selama penyampaian materi dan sesi diskusi. Berbagai pertanyaan yang disampaikan menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk memahami lebih jauh penerapan akuaponik sebagai salah satu alternatif budidaya pangan di lingkungan rumah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T II UNG berupaya menjadikan akuaponik tidak hanya sebagai teknologi budidaya, tetapi juga sebagai inovasi pemanfaatan pekarangan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Penerapan sistem tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan keluarga sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal.
Pelaksanaan sosialisasi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat terus dikembangkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di desa.
Dengan hadirnya inovasi akuaponik skala rumah tangga, Desa Bube Baru diharapkan dapat terus mengembangkan berbagai upaya kreatif dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Pemanfaatan pekarangan secara produktif melalui integrasi budidaya ikan dan sayuran menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran KKN-T II UNG sebagai wadah pembelajaran mahasiswa sekaligus sarana pengabdian perguruan tinggi yang menghadirkan inovasi dan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)