Go-Pena Baner

Monday, 14 September, 2026

GO-ASN, Inovasi Pemkot Gorontalo Pangkas Beban Administrasi ASN

Responsive image
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Gorontalo, Mohammad Mulky Datau mempresentasikan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) bertajuk “GO-ASN"

PEMKOT - Komitmen Pemerintah Kota Gorontalo mendorong transformasi birokrasi dan modernisasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) kembali diwujudkan melalui inovasi digital.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Gorontalo, Mohammad Mulky Datau mempresentasikan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) bertajuk “GO-ASN: Model Transformasi Manajemen ASN Kota Gorontalo” dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026.

Seminar tersebut berlangsung di BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (4/9/2026).

Dalam pemaparan itu, Mulky menjelaskan GO-ASN sebagai model transformasi manajemen ASN yang mengintegrasikan berbagai layanan kepegawaian ke dalam tata kelola yang lebih terpadu.

Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Penguji, Fransiscus Engelbert Manumpil, yang juga Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Mulky didampingi penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Nuryanto selaku mentor, serta Shinta Papia, sebagai coach.

GO-ASN dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan administrasi kepegawaian sekaligus mendukung agenda reformasi birokrasi.

Inovasi tersebut diklaim selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan reformasi birokrasi, digitalisasi pemerintahan, serta peningkatan kualitas tata kelola pelayanan publik.

Di tingkat daerah, GO-ASN diarahkan menjadi bagian dari implementasi RPJMD Kota Gorontalo dan Rencana Strategis BKPSDM Kota Gorontalo.

Melalui model tersebut, pelayanan kepegawaian diharapkan tidak lagi hanya bersifat reaktif, tetapi bergerak menuju sistem yang proaktif dan berbasis teknologi.

Konsep utama GO-ASN adalah membangun ekosistem orkestrasi digital yang menghubungkan sejumlah platform kepegawaian yang telah digunakan pemerintah, di antaranya SIASN BKN, SIMPEG dan e-Kinerja.

Sistem ini diarahkan untuk mendeteksi kebutuhan atau hak-hak kepegawaian ASN secara otomatis sehingga proses administrasi dapat dilakukan tepat waktu.

Dengan pola tersebut, ASN tidak lagi harus secara aktif mengurus setiap proses administrasi yang berkaitan dengan hak kepegawaiannya.

Model ini sekaligus diharapkan dapat mengurangi beban administratif ASN sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan tugas pelayanan publik.

Dalam seminar tersebut, Dewan Penguji Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil memberikan sejumlah catatan strategis terhadap pengembangan GO-ASN.

Selain mengapresiasi konsep integrasi dengan sistem seperti SIASN dan Document Management System (DMS) BKN, penguji mendorong agar pengembangan GO-ASN diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi tersebut mencakup stakeholder internal, yakni organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.

Sementara stakeholder eksternal dapat melibatkan berbagai lembaga dan mitra yang berkaitan dengan layanan kepegawaian dan kesejahteraan ASN, seperti BTN, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan PT Taspen (Persero).

Menurut penguji, semakin luas integrasi antarlembaga, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan GO-ASN.

ASN nantinya dapat memperoleh layanan terkait hak finansial, jaminan sosial, perbankan hingga persiapan pensiun secara lebih mudah, terintegrasi dan transparan.

Pada saat yang sama, berkurangnya beban administrasi personal ASN diharapkan berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mulky Datau juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel atas dukungan terhadap pelaksanaan PKN Tingkat II dan pengembangan inovasi GO-ASN.

Ia menyebut dukungan pimpinan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong lahirnya gagasan perubahan di lingkungan Pemkot Gorontalo.

“Dukungan penuh, arahan serta kepercayaan dari Bapak Wali Kota H. Adhan Dambea dan Bapak Wakil Wali Kota Indra Gobel menjadi fondasi utama bagi saya dalam mengikuti PKN Tingkat II ini. Gagasan Proyek Perubahan GO-ASN ini lahir untuk mengawal visi dan misi Pemkot Gorontalo serta RPJMD,” ujar Mulky.

Sementara itu, Pj. Sekda Kota Gorontalo Nuryanto selaku mentor menegaskan kesiapan jajaran Pemkot Gorontalo untuk mendukung tahapan implementasi proyek perubahan tersebut.

Tahapan selanjutnya akan diarahkan pada pelaksanaan aksi perubahan dan piloting layanan proaktif GO-ASN.

Evaluasi terhadap implementasi proyek perubahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Seminar Evaluasi Implementasi Proyek Perubahan pada November 2026.

Evaluasi itu akan menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat efektivitas penerapan GO-ASN sekaligus menentukan langkah pengembangannya di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. (*)


Share