GORONTALO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Gorontalo menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dalam beberapa hari terakhir, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo melakukan pemantauan di sejumlah SPBU untuk mengetahui faktor yang memengaruhi terjadinya antrean panjang.
Hasil pemantauan menunjukkan, salah satu faktor yang memicu kepadatan antrean adalah perilaku panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan akibat kekhawatiran masyarakat terhadap isu pembatasan penyaluran Pertalite dan Solar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian sekaligus pelajaran bagi masyarakat agar tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kekhawatiran membeli BBM dalam jumlah lebih banyak justru dapat meningkatkan kepadatan antrean dan membuat distribusi BBM di SPBU terlihat semakin terbatas.
Kepala Kesbangpol Kota Gorontalo, Dandy Datau, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan tim, pasokan BBM yang masuk ke wilayah Gorontalo relatif berjalan normal.
“Berdasarkan pemantauan kami, pasokan BBM yang masuk ke wilayah Gorontalo relatif lancar. Antrean yang terjadi di sejumlah SPBU dipengaruhi panic buying akibat isu pembatasan Pertalite dan Solar,” ujar Dandy, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan masyarakat lainnya tetap mendapatkan BBM.
Menurut Dandy, masyarakat juga perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama kabar yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
Informasi mengenai pembatasan maupun perubahan kebijakan penyaluran BBM, kata dia, sebaiknya dikonfirmasi melalui pemerintah atau lembaga resmi yang berwenang.
Kesbangpol juga mengajak masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan informasi yang sumber maupun kebenarannya belum jelas.
Sebab, penyebaran kabar yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan dan mendorong masyarakat melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Yang paling penting adalah menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai isu yang belum tentu benar justru menimbulkan kepanikan dan memperparah antrean di SPBU,” tambahnya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menerapkan pola pembelian BBM secara wajar.
Selain membantu mengurangi antrean, pembelian sesuai kebutuhan juga dapat mencegah terjadinya kelangkaan yang dipicu oleh lonjakan permintaan secara tiba-tiba.
Kesbangpol Kota Gorontalo memastikan pemantauan terhadap kondisi distribusi BBM akan terus dilakukan bersama instansi terkait.
Pemerintah berharap masyarakat turut menjaga ketertiban dengan tidak mudah terpancing isu serta mengutamakan informasi resmi.
Dengan demikian, kelancaran distribusi BBM tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasokan, tetapi juga pada perilaku masyarakat dalam menyikapi informasi dan memenuhi kebutuhan secara bijak. (*)