Go-Pena Baner

Saturday, 22 August, 2026

Sinergi Bhayangkari dan FMIPA UNG: Dari Belajar Kimia hingga Ciptakan Sabun Eco Enzyme

Responsive image
Bhayangkari Bone Bolango saat belajar praktikum di Lab Kimia, F. MIPA UNG.

GORONTALO — Memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Bhayangkari Cabang Bone Bolango menggandeng Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Sabun Berbasis Eco Enzyme.

Kegiatan yang mengusung semangat sinergitas, edukasi, peningkatan keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan tersebut berlangsung di Aula FMIPA Lantai 3, Kampus 4 UNG, Sabtu (21/8/2026).

Pelatihan ini tidak sekadar menjadi agenda peringatan HKGB, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Bhayangkari untuk mengenal sains secara lebih dekat sekaligus memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi pertama, Dr. Suleman Duengo, S.Pd., M.Si., memberikan materi bertajuk “Sains di Balik Sabun: Mengenal Sejarah, Struktur Kimia, Reaksi Pembentukan, dan Mekanisme Kerjanya.”

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa sabun yang digunakan setiap hari memiliki proses ilmiah yang menarik. Mulai dari sejarah penggunaan sabun, struktur molekul, reaksi pembentukan hingga mekanisme kerjanya dalam mengangkat kotoran dan minyak.

Usai mendapatkan pemahaman teoritis, peserta kemudian mengikuti sesi praktik pembuatan sabun berbasis eco enzyme.

Praktik dipandu Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UNG, Dr. Wiwin Rewini Kunusa, S.Pd., M.Si., bersama mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNG.

Para peserta diperkenalkan dengan bahan dan tahapan pembuatan sabun, sekaligus diajak melihat secara langsung bagaimana konsep kimia yang sebelumnya dipelajari dapat diterapkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Dekan FMIPA UNG.

Dalam sambutannya, Dr. Lilan Dama mengapresiasi kepercayaan dan kolaborasi yang dibangun antara Bhayangkari Cabang Bone Bolango dan FMIPA UNG.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata sinergitas antara perguruan tinggi dan Bhayangkari. Ilmu pengetahuan yang ada di kampus dapat ditransformasikan menjadi keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan lain, khususnya dalam pengembangan keterampilan, inovasi produk, serta edukasi mengenai pemanfaatan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Bone Bolango, Ny. Maya Sutrisno, mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum bagi anggota Bhayangkari untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan.

Menurutnya, peringatan HKGB ke-74 tidak harus dimaknai sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan yang memberikan pengetahuan dan manfaat bagi para anggota.

“Kami sangat mengapresiasi sinergitas dengan FMIPA UNG. Melalui pelatihan ini, anggota Bhayangkari mendapatkan wawasan baru sekaligus keterampilan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap keterampilan membuat sabun berbasis eco enzyme tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UNG, Dr. Wiwin Rewini Kunusa, S.Pd., M.Si., menambahkan bahwa laboratorium perguruan tinggi dapat menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi berbagai kalangan.

Menurutnya, pembuatan sabun berbasis eco enzyme memberikan pengalaman menarik karena peserta tidak hanya belajar mengenai konsep kimia, tetapi juga memahami pentingnya pemanfaatan limbah organik dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa ilmu kimia sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pembuatan sabun, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep kimia diterapkan menjadi sebuah produk yang bermanfaat,” jelasnya.

Dr. Wiwin yang juga merupakan istri Kabag Ren Polres Bone Bolango, Kompol. Ahmad Rizak Daud, M.Si., mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk sinergi positif antara lingkungan akademik dan Bhayangkari.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang berkelanjutan. Dari belajar sains, kita bisa menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus mendukung kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan sabun berbasis eco enzyme.

Peserta dapat mengenal bahan yang digunakan, memahami proses pengolahan, serta melihat penerapan prinsip-prinsip kimia dalam menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Bhayangkari Cabang Bone Bolango dan FMIPA UNG menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan dapat melahirkan kegiatan yang edukatif, aplikatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Pertemuan rutin yang diselenggarakan Bag Ren dan Sat Reskrim Polres Bone Bolango itu turut dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari, Kasat Binmas, ibu-ibu Kabag, ibu-ibu Kasat dan Kasie, para Ketua Ranting, pengurus serta seluruh anggota Bhayangkari Cabang Bone Bolango, bersama jajaran FMIPA UNG.

Momentum HKGB ke-74 tahun ini pun menjadi lebih bermakna. Kebersamaan tidak hanya dirayakan melalui pertemuan, tetapi juga melalui proses belajar, peningkatan keterampilan, dan upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan eco enzyme. (*) 


Share