Go-Pena Baner

Saturday, 22 August, 2026

HUT RI Ke-81, Dandim 1315 Tegaskan TNI Terus Hadir di Tengah Masyarakat

Responsive image
Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Letkol Inf Julius Jongen Matakena saat diwawancarai. (Foto : Fikri)

GORONTALO — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi jajaran TNI untuk menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pembangunan dan hadir bersama masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Letkol Inf Julius Jongen Matakena saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kodim 1315, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Jumat (21/8/2026).

Julius mengatakan, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga dengan ikut mengawal berbagai program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, sejumlah program pembangunan yang saat ini mendapat dukungan dan pengawalan TNI antara lain pembangunan saluran air, jembatan, hingga Gedung Koperasi Desa Merah Putih.

“Kita TNI berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat. Apa yang menjadi program pemerintah pusat, kita kawal dan kita laksanakan di lapangan,” ujar Julius.

Salah satu bentuk nyata keterlibatan tersebut terlihat dari pembangunan sejumlah jembatan di wilayah Kabupaten Gorontalo. Berdasarkan data yang disampaikan Dandim, terdapat 14 titik jembatan yang menjadi bagian dari pembangunan yang dikerjakan TNI.

Dari jumlah tersebut, tujuh jembatan telah rampung 100 persen dan telah diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto. Sementara tujuh jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Untuk jembatan gantung yang telah selesai dibangun terdapat dua titik, masing-masing berada di Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, dan Desa Hutuo, Kecamatan Limboto.

Kemudian, satu jembatan beton yang telah rampung berada di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru.

Sementara empat jembatan Armco yang telah selesai dibangun masing-masing berada di Desa Polohungo, Kecamatan Limboto; Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru; Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa; serta Desa Ilohelumo, Kecamatan Boliyohuto.

Adapun pembangunan yang masih berlangsung meliputi dua jembatan gantung dan lima jembatan beton.

Dua jembatan gantung tersebut berada di Dusun Hungayomonu, Desa Bululi, Kecamatan Asparaga, serta Dusun Karya Tani, Desa Iloheluma, Kecamatan Boliyohuto.

Sedangkan lima jembatan beton yang masih dalam proses pembangunan berada di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru; Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa; Desa Karya Mukti, Kecamatan Mootilango; Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango; serta Desa Iloheluma, Kecamatan Boliyohuto.

Julius menekankan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat di masing-masing lokasi.

Menurut dia, masyarakat turut memberikan dukungan melalui swadaya sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan baik meskipun anggaran yang tersedia harus digunakan secara efisien.

“Di setiap titik pembangunan jembatan, kami TNI selalu dibantu oleh swadaya masyarakat. Ini yang membuat pembangunan bisa sukses dilaksanakan, meskipun anggaran yang disediakan benar-benar efisien,” katanya.

Ia menilai, kolaborasi antara TNI, pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan, khususnya infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali maupun memperkuat akses masyarakat antardesa, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian dan pelayanan masyarakat. (Fikri) 


Share