Gorontalo, (Go-pena.id) — Polisi bergerak cepat menyelamatkan seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban ancaman menggunakan senjata tajam (sajam) di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Selasa dini hari (15/9/2026).
Respons cepat tersebut bermula dari laporan warga melalui Call Center 110 yang menginformasikan adanya aksi pengancaman dan meminta pertolongan kepolisian.
Informasi itu kemudian diteruskan operator kepada Unit PAMAPTA Polres Gorontalo dan selanjutnya dikoordinasikan dengan piket Polsek Batudaa. Personel langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban sedang bersembunyi karena ketakutan. Polisi kemudian memastikan keselamatan korban sekaligus mengamankan situasi di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya tindakan yang lebih serius.
Kapolsek Batudaa, Iptu Yusri Kum, S.Ak, mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap laporan yang diterima kepolisian.
“Alhamdulillah, korban berhasil kita temukan dalam kondisi aman meskipun sempat bersembunyi karena ketakutan. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu situasi kamtibmas,” ujarnya.
Terkait kasus tersebut, Yusri menegaskan kepolisian tidak akan mentolerir tindakan yang mengancam keselamatan warga. Pelaku yang diduga melakukan pengancaman menggunakan sajam masih dalam penyelidikan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, aksi pengancaman di tengah permukiman warga pada malam hari tidak hanya membahayakan korban, tetapi juga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
“Kami sangat menyayangkan adanya aksi pengancaman menggunakan senjata tajam. Tindakan tersebut membahayakan nyawa korban sekaligus mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Batudaa,” jelasnya.
Polsek Batudaa juga akan meningkatkan patroli malam untuk mengantisipasi terjadinya tindakan serupa serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Personel kami akan terus meningkatkan patroli malam hari untuk memastikan tidak ada lagi ruang bagi tindakan premanisme yang mengancam keselamatan warga,” tandas Yusri. (Fikri)