GORONTALO – Perayaan Sewindu Warga Amal di Warkop Amal, Kota Gorontalo, tak sekadar menjadi ajang hiburan dan silaturahmi. Di balik kemeriahan berbagai kegiatan yang digelar selama hampir sepekan, terselip aksi sosial yang patut diapresiasi.
Dari hasil pelaksanaan Sewindu Warga Amal, panitia mencatat masih terdapat dana sebesar Rp10.575.000. Dana tersebut dipastikan tidak dibagikan sebagai keuntungan panitia, melainkan akan disumbangkan kepada panti asuhan.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Sewindu Warga Amal, Hi. Dako, saat menyampaikan sambutan pada acara penutupan yang berlangsung di Warkop Amal, Kota Gorontalo, Ahad (13/9/2026) siang.
Hi. Dako menjelaskan, selama pelaksanaan kegiatan, panitia berhasil menghimpun pendapatan dari sejumlah sumber. Rinciannya, kontribusi sponsor sebesar Rp35.730.000, kontribusi peserta pertandingan domino sebesar Rp5.217.000, serta hasil penjualan kaos Warga Amal sebesar Rp2.290.000.
Dengan demikian, total pendapatan yang berhasil dihimpun mencapai Rp43.237.000. Sementara total pengeluaran untuk pelaksanaan kegiatan tercatat sebesar Rp32.662.000.
"Dari pendapatan yang ada, masih ada Rp10.575.000 dana di panitia dan itu akan kami sumbangkan ke panti asuhan," ungkap Hi. Dako.
Menurutnya, sejak awal pelaksanaan Sewindu Warga Amal, banyak pihak yang mempertanyakan perkembangan kegiatan, termasuk mengenai dukungan sponsor, hasil penjualan kaos hingga berapa keuntungan yang diperoleh panitia.
Namun bagi Hi. Dako, ukuran keberhasilan kegiatan tersebut bukan semata-mata pada keuntungan materi. Lebih dari itu, Sewindu Warga Amal diharapkan mampu menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat.
"Yang kita cari bukan hanya untung dalam bentuk uang, tetapi bagaimana dari kegiatan ini ada manfaat dan ada kebahagiaan yang bisa kita bagikan kepada orang lain," ujarnya.
Selama hampir sepekan, Sewindu Warga Amal diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari live musik, permainan, pertandingan domino hingga kegiatan UMKM. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang dan profesi.
Kegiatan ini juga dinilai berhasil memperkuat hubungan antara sesama Warga Amal, masyarakat, pemerintah daerah, pelaku UMKM, sponsor hingga media partner.
Hi. Dako menyebut kesuksesan Sewindu Warga Amal tidak lepas dari kekompakan panitia yang berada di bawah kepemimpinannya bersama Rio Pala, Dedi Emden dan Kartika Bempah selaku sekretaris.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk para pembina Warga Amal, Haji Ramli dan Haji Uli, yang selama ini terus memberikan arahan dan semangat.
"Atas nama panitia, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan dan seluruh Warga Amal yang telah hadir, memberikan dukungan, tenaga, pikiran dan semangat selama kegiatan ini berlangsung," katanya.
Menurutnya, delapan tahun perjalanan Warga Amal bukanlah waktu yang singkat. Berbagai cerita telah dilalui bersama, mulai dari kegiatan sosial, olahraga, hiburan hingga berbagai aktivitas yang semakin mempererat rasa kebersamaan.
Hi. Dako juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang selama hampir sepekan harus bekerja sejak pagi hingga malam untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Mulai dari urusan panggung, konsumsi, parkir, UMKM, pertandingan domino, dokumentasi, sponsor hingga keamanan, seluruhnya dikerjakan secara bersama-sama.
"Mungkin selama proses persiapan ada capeknya. Mungkin ada beda pendapat, mungkin ada yang sempat emosi. Tapi semuanya kita lewati bersama. Dan hari ini kita bisa berdiri di sini dan mengatakan, Alhamdulillah, kita berhasil melewati semuanya," tuturnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan silaturahmi yang terbangun selama Sewindu Warga Amal tidak berhenti setelah kegiatan ditutup.
"Soma silaturahmi dan kerja sama ini terus terjalin sampai pada kegiatan-kegiatan Warga Amal berikutnya," pungkasnya.
Dengan demikian, Sewindu Warga Amal tidak hanya meninggalkan cerita tentang kemeriahan selama sepekan, tetapi juga meninggalkan jejak kepedulian sosial melalui donasi Rp10,575 juta untuk panti asuhan. (*)