Go-Pena Baner

Sunday, 13 September, 2026

Gorontalo Karnaval Karawo 2026: Dari Event Nasional Menuju Panggung Internasional

Responsive image
Gorontalo Karnaval Karawo yang berlangsung di Jalan Jhon Ario Katili. Sabtu (12/09/2026).

Gorontalo (Go-Pena.id) – Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 resmi digelar di depan Grand Palace Convention Center Kota Gorontalo, Sabtu (12/9/2026). Event yang mengangkat warisan budaya sulam Karawo ini kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Gorontalo.

Pembukaan GKK 2026 dilakukan oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dengan ditandai pemukulan alat musik tradisional Polopalo secara bersama-sama.

Turut hadir Wakil Gubernur Gorontalo, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata S. Utari Widyastuti, Anggota DPD RI, serta unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo.

GKK 2026 memiliki posisi semakin strategis setelah resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 tentang Karisma Event Nusantara Tahun 2026.

Masuknya GKK dalam KEN 2026 menjadi pengakuan terhadap konsistensi Gorontalo dalam mengembangkan event berbasis budaya sekaligus membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan Karawo kepada pasar pariwisata nasional hingga internasional.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, GKK tidak boleh hanya dipandang sebagai perhelatan budaya tahunan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Gorontalo Karnaval Karawo bukan sekadar perhelatan budaya tahunan, melainkan wujud nyata upaya kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan warga Gorontalo,” ujar Gusnar.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui GKK diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha, khususnya bagi para perajin dan pelaku UMKM Karawo.

Dengan demikian, keberadaan event tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan keindahan budaya Gorontalo, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

Sementara itu, S. Utari Widyastuti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga serta seluruh pihak yang konsisten mengembangkan pariwisata melalui event berbasis pelestarian tradisi sulam Karawo.

Ia menyebut GKK 2026 menjadi bagian dari 125 event yang masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026, sekaligus menjadi momentum penting untuk membawa Karawo semakin dikenal secara luas.

Menurut Utari, kain sulam Karawo bukan hanya memiliki nilai seni dan keindahan, tetapi juga merepresentasikan nilai kehidupan masyarakat Gorontalo, seperti kerukunan, ketelitian dan kreativitas.

Karena itu, penyelenggaraan GKK dinilai menjadi ruang strategis untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan Karawo agar tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi terus hidup dan berkembang mengikuti zaman.

“Melalui penyelenggaraan event ini kita bersama-sama menjaga, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Karawo agar semakin dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di dunia internasional,” katanya.

Ia menekankan, tantangan ke depan adalah memperkuat strategi promosi dengan membangun narasi dan storytelling yang kuat serta autentik mengenai Karawo dan Gorontalo.

Pemanfaatan platform digital juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan promosi sehingga semakin banyak masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara tertarik mengenal dan berkunjung ke Gorontalo.

Dengan masuknya GKK dalam KEN 2026, panggung nasional kini menjadi pijakan bagi Gorontalo untuk membawa Karawo melangkah lebih jauh menuju panggung internasional. (Fikri) 


Share