Go-Pena Baner

Monday, 12 January, 2026

Wamen Pariwisata Apresiasi Gorontalo, Gusnar Ismail Terima Penghargaan KEN 2025

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima penghargaan Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa pada rangkaian Karnaval Karawo 2025 di Grand Palace Convention Center, Sabtu (27/9/2025). (foto: Alfarisi Ali/go-pena.id)

Gorontalo, 27 September 2025 — Provinsi Gorontalo meraih penghargaan Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dalam rangkaian acara Karnaval Karawo 2025 di Grand Palace Convention Center.

Dalam sambutannya, Wamen Pariwisata menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Karnaval Karawo dan partisipasi masyarakat Gorontalo. Ia mengatakan, KEN merupakan program prioritas pemerintah pusat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa, seperti halnya juga Ibu Menteri Pariwisata yang menitipkan salam kepada bapak ibu semuanya masyarakat Gorontalo pada hari ini. Satu apresiasi yang luar biasa kepada masyarakat Gorontalo atas terselenggaranya event ini,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia menambahkan, Karisma Event Nusantara bukan hanya program yang digerakkan oleh pemerintah, tetapi juga ruang bagi masyarakat, pelaku budaya, hingga generasi muda kreatif untuk berkontribusi.

“KEN dirancang untuk memberikan semangat dan dukungan kepada daerah, tidak hanya pemerintah, tapi juga event yang digarap oleh masyarakat, oleh pelaku budaya, oleh anak-anak kreatif untuk menggerakkan ekonomi di daerah dan pastinya juga menggerakkan pariwisata di daerah. Karena event itu ujung-ujungnya selalu terjadi pergerakan wisatawan dan juga perputaran ekonomi,” jelasnya.

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi Gorontalo dalam menampilkan Karawo sebagai identitas budaya dan ikon ekonomi kreatif. Bagi pemerintah daerah, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memajukan pariwisata berbasis budaya.(Ayi)


Share