Go-Pena Baner

Sunday, 29 March, 2026

UNG Siap Sambut Menteri HAM, Dorong Penguatan Kapasitas HAM bagi Ribuan Peserta

Responsive image
Setditjen IDP HAM KemenHAM RI, Ratih Ekarini Savitri didampingi Kepala Kanwil KemenHAM Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, Kabid IDP Kanwil KemenHAM Sulteng, Mirfad Rosana Basalamah, dan Korwil Kerja Gorontalo, Sarton Dali saat koordinasi kunjungan Menteri HAM, Natalius Pigai ke Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, di ruang kerja Rektor, Jumat (27/3/2026). (F.AKP/KemenHAM)

UNG - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok menegaskan kesiapan penuh Universitas Negeri Gorontalo dalam menyukseskan agenda besar penguatan kapasitas hak asasi manusia (HAM) yang akan digelar Kementerian HAM RI di Gorontalo.

Hal ini disampaikan Eduart usai menerima kunjungan kerja Ratih Ekarini Savitri dalam rangka koordinasi kedatangan Menteri HAM RI Natalius Pigai, yang direncanakan berlangsung pada 1 April 2026 di Auditorium UNG.

Menurut Eduart, kepercayaan menjadikan kampus UNG sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi civitas akademika.

“Kami siap menyambut kedatangan Pak Menteri di UNG. Apalagi agenda ini tidak hanya penguatan kapasitas HAM, tetapi juga kuliah umum bagi mahasiswa dan masyarakat Gorontalo,” ujar Eduart.

Ia menjelaskan, kegiatan yang akan melibatkan sekitar 5.000 peserta dari berbagai elemen, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa hingga pelajar, menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman HAM secara komprehensif.

Eduart menilai, kehadiran Menteri HAM akan memberikan perspektif baru sekaligus pencerahan bagi mahasiswa dan masyarakat dalam menghadapi berbagai dinamika isu HAM di kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang lebih baik, sehingga mahasiswa dan masyarakat dapat merespons isu-isu HAM secara bijak dan konstruktif,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan, UNG telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung serta memobilisasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Eduart menegaskan, edukasi HAM merupakan bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang kritis, humanis, dan berintegritas.

“Pastinya kami mempersiapkan mahasiswa serta seluruh sarana pendukung agar kegiatan ini berjalan sukses dan lancar,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Kementerian HAM melalui Ratih Ekarini Savitri menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengarusutamakan nilai-nilai HAM di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pemahaman HAM tidak hanya berhenti di tataran konsep, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Arahan Bapak Menteri, pembangunan ke depan harus berbasis HAM, dan itu dimulai dari peningkatan kapasitas masyarakat,” jelas Ratih.

Ia menambahkan, pelibatan ribuan peserta dari berbagai kalangan menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan edukasi HAM secara masif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif, sehingga masyarakat tidak hanya memahami haknya, tetapi juga menghormati hak orang lain,” tambahnya.

Turut hadir dalam koordinasi tersebut Kepala Kanwil KemenHAM Sulawesi Tengah Mangatas Nadeak bersama jajaran, yang memastikan kesiapan teknis kegiatan berjalan optimal.

Dengan sinergi antara Kementerian HAM, Pemerintah Provinsi, dan UNG, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak asasi manusia di Provinsi Gorontalo. (*)


Share