Go-Pena Baner

Tuesday, 20 October, 2026

SMA Negeri 1 Gorontalo Skorsing Siswa yang Diduga Terlibat Pengeroyokan

Responsive image
Wakasek Kesiswaan SMA N 1 Gorontalo, Zulham Firmansyah saat diwawancarai.

Catatan Redaksi:
Perbuatan kekerasan dan pengeroyokan terhadap sesama siswa merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan tidak patut ditiru. Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan diri tanpa rasa takut maupun ancaman kekerasan.

 

GORONTALO - (Go-Pena) - Gorontalo, Go-Pena.id – Pihak SMA Negeri 1 Kota Gorontalo menjatuhkan sanksi skorsing kepada sejumlah siswa yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap sesama siswa di lingkungan sekolah, Senin (19/10/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan viral di media sosial. Dalam video itu, seorang siswa kelas X terlihat menjadi korban pengeroyokan yang diduga melibatkan hingga 21 siswa lainnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Zulham Firmansyah, membenarkan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolahnya tersebut.

Menurut Zulham, keributan antarsiswa itu dipicu oleh kesalahpahaman dan rasa saling tersinggung. Meski pihak sekolah telah mengambil langkah penanganan, ia menegaskan bahwa proses penyelesaian tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

“Pihak sekolah telah memberikan sanksi tegas berupa skorsing kepada siswa yang terlibat,” kata Zulham saat ditemui di sekolah, Selasa (20/10/2026).

Selain memberikan sanksi, pihak sekolah juga telah mempertemukan orang tua siswa yang diduga terlibat dengan orang tua korban untuk membahas persoalan tersebut.

Zulham mengatakan, pihak sekolah menghormati proses hukum yang ditempuh oleh orang tua korban melalui Polsek Kota Timur. Menurutnya, penanganan di lingkungan sekolah tidak mengesampingkan proses hukum yang sedang berjalan.

Di sisi lain, Zulham memastikan aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo tetap berlangsung normal setelah insiden tersebut.

Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh siswa dapat menjaga sikap, mengendalikan emosi, serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik tanpa menggunakan kekerasan. (Wan) 


Share