Go-Pena Baner

Tuesday, 20 October, 2026

Dua Mahasiswa UNG Bawa Inovasi Hunian Pascabencana ke Panggung Internasional

Responsive image
Mahasiswa UNG yang berhasil tembus panggung Internasional.

 

 

 

GORONTALO, Go-Pena.id – Inovasi hunian pascabencana yang adaptif dan berkelanjutan mengantarkan dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meraih prestasi di panggung desain internasional.

 

Muhammad Ikhsan, mahasiswa Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung, bersama Risky Husain dari Program Studi S1 Arsitektur, berhasil meraih penghargaan melalui karya bertajuk KALA-REKA dalam Taiwan International Student Design Competition (TISDC) 2026 kategori Architecture & Landscape Design.

 

Prestasi ini menjadi pencapaian membanggakan bagi mahasiswa FT UNG, sekaligus menunjukkan bahwa gagasan desain yang berangkat dari persoalan nyata dapat dikembangkan menjadi solusi inovatif yang mendapat pengakuan di tingkat internasional.

 

TISDC merupakan kompetisi desain mahasiswa berskala internasional yang didukung oleh World Design Organization (WDO). Tahun ini, kompetisi tersebut mengangkat tema Resilience atau ketangguhan, dengan cakupan bidang desain yang meliputi desain produk, visual, animasi digital, arsitektur dan lanskap, hingga desain fesyen.

 

Ketatnya persaingan tergambar dari jumlah partisipasi yang mencapai 22.427 karya dari mahasiswa di 92 negara dan wilayah. Penilaian melibatkan 97 juri profesional dari berbagai negara pada tahap awal, sebelum dilanjutkan dengan penilaian akhir oleh 35 juri yang berasal dari 21 organisasi desain internasional.

 

Di tengah persaingan tersebut, KALA-REKA menarik perhatian melalui pendekatan desain yang menggabungkan efisiensi pemanfaatan material, fleksibilitas ruang, dan kemandirian sistem hunian.

 

Karya ini dikembangkan dengan mengusung tiga prinsip utama, yakni up-cycled, modular, dan independen. Konsep up-cycled menitikberatkan pada pemanfaatan kembali material agar memiliki nilai guna, sedangkan pendekatan modular memungkinkan ruang dan komponen bangunan disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Sementara itu, prinsip independen diarahkan untuk mendukung kemandirian sistem hunian. Ketiga pendekatan tersebut menjadi fondasi pengembangan solusi arsitektur yang adaptif, khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam situasi pascabencana.

 

Berawal dari Sayembara Nasional

 

Keberhasilan KALA-REKA di kompetisi internasional tidak terlepas dari proses pengembangan gagasan yang dilakukan secara berkelanjutan.

 

Sebelum mengikuti TISDC 2026, karya tersebut telah berpartisipasi dalam Sayembara Wakaf Desain Arsitektur Rumah Pascabencana Banjir Sumatera yang diinisiasi Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Barat bersama Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara.

 

Pada Maret 2026, KALA-REKA terpilih sebagai salah satu karya terbaik dalam ajang tersebut. Pengalaman di tingkat nasional menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan konsep hingga akhirnya dibawa ke kompetisi internasional.

 

Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyambut positif pencapaian Muhammad Ikhsan dan Risky Husain.

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Arsitektur FT UNG dalam mengangkat isu kebencanaan dan keberlanjutan menjadi gagasan desain yang relevan dengan tantangan global.

 

“Keberhasilan KALA-REKA menembus jajaran pemenang merupakan sebuah kebanggaan. Ini menunjukkan karya mahasiswa UNG dapat bersaing dengan karya inovatif lainnya di level internasional,” ujarnya.

 

Dekan Fakultas Teknik UNG, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., menuturkan bahwa prestasi tersebut menunjukkan pentingnya keterpaduan proses akademik, pembimbingan, dan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi.

 

Menurutnya, pengalaman mengikuti sayembara nasional hingga menembus kompetisi internasional menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kualitas karya, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan global.

 

Prestasi Muhammad Ikhsan dan Risky Husain diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa UNG lainnya, khususnya di lingkungan Fakultas Teknik, untuk terus melahirkan gagasan inovatif dan berani membawa karya ke tingkat nasional maupun internasional.

 

Dari Gorontalo, KALA-REKA menjadi gambaran bagaimana ide yang berangkat dari persoalan nyata dapat dikembangkan menjadi inovasi arsitektur yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus berkompetisi di panggung dunia.


Share