Go-Pena Baner

Wednesday, 26 August, 2026

Mahasiswa KKN UNG Hadirkan Inovasi Minyak Atsiri Jeruk Nipis untuk Redakan Kecemasan Ibu Hamil di Desa Tolotio

Responsive image
Foto bersama Mahasiswa KKN UNG, dengan Pemerintah Desa dan Masyarakat.

GORONTALO — Dalam rangka menjalankan pengabdian berbasis ilmu pengetahuan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Program unggulan ini berfokus pada pelatihan pembuatan minyak atsiri jeruk nipis yang diformulasikan menjadi produk Aromaterapi Roll-On guna membantu menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil menjelang proses persalinan.

Kegiatan yang terpusat di Gedung Seni Budaya Desa Tolotio (Banthayo Pollayia Lo Budaya) ini mengangkat tema “Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Pembuatan Aromaterapi Jeruk sebagai Terapi Nonfarmakologis untuk Mengurangi Kecemasan Menjelang Persalinan”. Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PK UNG, Dr. Mohamad Adam Mustapa, M.Sc., Kepala Desa Tolotio beserta jajarannya, pengurus Kelompok PKK, serta para ibu hamil setempat.

Dalam sambutannya, Dr. Mohamad Adam Mustapa, M.Sc. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata mahasiswa KKN UNG untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan medis dan farmasi menjadi produk tepat guna yang bermanfaat langsung bagi masyarakat desa, sekaligus mengoptimalkan potensi komoditas lokal.

Tahapan Ekstraksi Minyak Atsiri dan Formulasi Aromaterapi
Tim mahasiswa KKN UNG memberikan pendampingan langsung dari proses pengolahan bahan mentah hingga menjadi produk aromaterapi roll-on siap pakai:

Persiapan Bahan Baku: Kulit jeruk nipis segar dipilah dan dicuci bersih. Kulit jeruk dipotong kecil-kecil atau diparut tipis untuk merusak kelenjar minyak sehingga kandungan minyak atsiri mudah terlepas saat proses ekstraksi.

Penyulingan (Distilasi Uap): Potongan kulit jeruk dimasukkan ke dalam tabung distilasi uap. Uap air panas disalurkan melewati bahan untuk melepaskan molekul minyak atsiri. Uap campuran minyak dan air dialirkan ke kondensor pendingin hingga mengembun menjadi cairan.

Pemisahan Minyak Murni: Hasil kondensasi ditampung pada corong pemisah. Mengingat massa jenis minyak atsiri lebih ringan dibanding air, lapisan minyak murni yang berada di bagian atas dipisahkan dengan cermat.

Formulasi & Pengemasan Produk: Minyak atsiri murni jeruk nipis dicampurkan dengan minyak pelarut/pembawa (carrier oil seperti virgin coconut oil) dalam rasio aman bagi kulit ibu hamil. Campuran dihomogenkan lalu dimasukkan ke dalam botol roll-on ukuran 10 ml yang praktis dan higienis.
Minyak atsiri jeruk nipis mengandung senyawa alami limonene yang memiliki efek anksiolitik (penenang). Ketika dihirup atau dioleskan pada titik-titik nadi, aroma segar jeruk nipis merangsang sistem saraf parasimpatis untuk mengurangi hormon stres, menstabilkan detak jantung, serta menciptakan rasa rileks dan nyaman bagi ibu hamil yang menghadapi masa persalinan.

Kepala Desa Tolotio bersama pengurus PKK mengapresiasi inovasi dari mahasiswa KKN UNG. Selain menjadi solusi kesehatan nonfarmakologis yang aman, keterampilan pembuatan aromaterapi ini berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro produktif bagi kader PKK desa setempat.

Melalui sinergi ini, KKN UNG tidak hanya menghadirkan solusi pragmatis bagi kesehatan maternal di Desa Tolotio, tetapi juga menanamkan keterampilan berbasis sumber daya lokal yang memiliki dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. (*)


Share