Go-Pena Baner

Tuesday, 25 August, 2026

Forum Anak Segera Dibentuk Sampai Tingkat Kecamatan dan Desa

Responsive image
Wawancara dengan Kadis P3A Kabupaten Gorontalo (Foto :Fikri)

Gorontalo, (Go-pena) — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gorontalo bergerak cepat memperkuat barisan perlindungan anak hingga ke tingkat Desa. Langkah ini ditandai dengan rencana pembentukan dan revitalisasi Forum Anak di seluruh kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Gorontalo.


Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas P3A Kabupaten Gorontalo, Zesca Maleya Uno, usai mendampingi Bupati Gorontalo dalam kegiatan Temu Forum Anak For Hulondalo di Resto Pentadio Resort, Kecamatan Telaga Biru, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Bergerak Melawan Diskriminasi dan Pencegahan Perkawinan Anak”.


Zesca menjelaskan bahwa setelah jajaran pengurus Forum Anak tingkat kabupaten dikukuhkan oleh Bupati Gorontalo pada peringatan Hari Anak lalu, fokus utama saat ini adalah memperluas struktur organisasi tersebut hingga ke tingkat bawah.


"Tindak lanjutnya, sebagaimana yang disinggung Pak Bupati, kita akan merivitalisasi dan membentuk kembali Forum Anak di tingkat kecamatan dan desa. Ini menjadi prioritas kita untuk menyegarkan kepengurusan yang ada," ujar Zesca.
Pembentukan wadah ini bukan tanpa alasan. Kehadiran Forum Anak hingga level desa dinilai menjadi strategi krusial untuk memangkas jarak akses pengaduan, terutama terkait persoalan kekerasan yang dialami anak di lingkungan sekitar.
Ia membeberkan, grafik laporan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Gorontalo menunjukkan tren yang fluktuatif namun cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat ada 60 kasus, naik menjadi 70 kasus pada 2025, dan per Agustus 2026 ini jumlahnya sudah menyentuh angka 60 kasus.


Menurut Zesca, kenaikan angka laporan ini tidak melulu menandakan situasi yang memburuk, melainkan mengindikasikan semakin tingginya kesadaran dan keberanian masyarakat untuk bersuara. Sosialisasi masif yang dilakukan Dinas P3A di sekolah-sekolah dan lingkungan warga membuat kasus-kasus yang dulunya terpendam kini mulai terungkap.
"Banyak warga atau korban yang dulu takut dan malu, sekarang sudah berani melapor. Nah, lewat Forum Anak di kecamatan dan desa ini, kita makin mendekatkan jangkauan penanganan kasus di masyarakat. Anak-anak yang mungkin malu melapor ke tingkat kabupaten bisa bersuara melalui wadah ini, sebelum ditindaklanjuti ke Dinas P3A maupun pihak kepolisian," jelasnya.


Selain berfungsi sebagai ruang perlindungan, Forum Anak juga diposisikan sebagai wadah partisipasi aktif anak dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menetapkan kebijakan khusus di mana setiap tanggal 23 bulan berjalan dialokasikan sebagai ajang ruang sapa anak.


Melalui agenda rutin bulanan tersebut, anak-anak diberikan panggung terbuka untuk berinteraksi langsung, memberikan edukasi, serta menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang mereka hadapi kepada pimpinan daerah dan jajaran stakeholder.
"Bulan depan kita akan mulai turun ke kecamatan-kecamatan. Agenda kita keliling sekaligus mengukuhkan secara resmi Forum Anak tingkat kecamatan dan desa," pungkas Zesca. (Fikri)


Share