Gorontalo - (Go-Pena) — Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan PT Pani Gold Mine (PGM) mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan perusahaan terhadap pemulihan akses warga Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, yang selama sekitar 1,5 tahun terputus akibat jembatan sebelumnya ambruk.
Jembatan Bailey bantuan PT Pani Gold Mine kini kembali menjadi penghubung penting bagi aktivitas masyarakat. Jembatan besi rakitan tersebut secara resmi diresmikan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Sabtu (15/8/2026).
Peresmian itu menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan, khususnya dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus menyampaikan apresiasi kepada PT Pani Gold Mine yang telah memberikan dukungan melalui pinjaman aset jembatan untuk digunakan masyarakat Pulubala.
“Jembatan ini sangat vital bagi mobilitas warga dan anak-anak sekolah. Kami berterima kasih kepada PT Pani Gold Mine atas kolaborasi dan pinjaman aset jembatan ini, sehingga masyarakat Pulubala kembali memiliki akses yang aman,” ujar Tonny.
Menurut dia, kerja sama pemerintah dengan dunia usaha menjadi salah satu cara konkret dalam menjawab persoalan infrastruktur masyarakat. Dukungan perusahaan, kata Tonny, dapat melengkapi upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan akses warga.
Direktur Utama PT Pani Gold Mine Boyke Abidin mengatakan, dukungan terhadap kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Boyke menegaskan, keberadaan Pani Gold Mine tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan operasional pertambangan di Kabupaten Pohuwato, tetapi juga diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Gorontalo.
“Keberadaan Pani Gold Mine tidak hanya berfokus pada kegiatan operasi pertambangan di Pohuwato, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Gorontalo, salah satunya melalui dukungan infrastruktur dan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Boyke.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur PT Pani Gold Mine bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga membahas peluang kontribusi sektor pertambangan terhadap pembangunan daerah.
Pembahasan antara lain menyangkut potensi penerimaan daerah dari sektor mineral dan batubara, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) serta kontribusi royalti yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan di Gorontalo.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa hubungan pemerintah daerah dan dunia usaha tidak hanya berhenti pada kegiatan operasional perusahaan, tetapi dapat diarahkan pada dukungan terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Bagi warga Pulubala, manfaat kerja sama itu kini terasa secara langsung. Setelah sekitar 1,5 tahun menghadapi keterbatasan akses, jembatan Bailey kembali membuka jalur bagi anak-anak menuju sekolah, mobilitas warga, serta aktivitas ekonomi sehari-hari.
Meski baru diresmikan secara formal, jembatan tersebut telah digunakan masyarakat selama sekitar tujuh bulan.
Pemulihan akses Pulubala pun menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi pemerintah dan perusahaan dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. (*)