Go-Pena Baner

Saturday, 15 August, 2026

Pemuda Dungaliyo Ditantang Jadikan Karnaval Bukan Sekadar Pesta Tahunan

Responsive image
Karnaval Pemuda Dungaliyo yang ke - 8.

Gorontalo - (Gopena) — Generasi muda Dungaliyo kembali menunjukkan kreativitasnya melalui Karnaval Pemuda ke-8 Tahun 2026 yang digelar di Desa Botubulowe, Kecamatan Dungaliyo, Jumat malam (14/8/2026).
Namun, di balik kemeriahan kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong pemuda Dungaliyo agar mampu membawa karnaval tersebut ke level yang lebih jauh. Event tahunan itu diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome, saat membuka Karnaval Pemuda ke-8. Mewakili Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Haris mengajak pemuda Dungaliyo mulai memandang kegiatan kreatif sebagai peluang untuk menggerakkan perekonomian lokal.
“Penyelenggaraan event sebesar Karnaval Pemuda ke-8 ini harus memiliki visi dan desain yang strategis. Kami mendorong seluruh pemuda di Dungaliyo untuk mengelola kegiatan ini dengan serius, profesional, dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegas Haris.
Menurut Haris, pemuda Dungaliyo memiliki modal penting berupa kreativitas dan semangat untuk menggelar kegiatan yang mampu menarik perhatian masyarakat. Potensi tersebut, kata dia, perlu diarahkan agar memberi manfaat lebih luas.
Karnaval, lanjutnya, dapat menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM, kuliner, perdagangan, jasa, transportasi hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat lainnya.
Karena itu, Haris mengingatkan agar kreativitas pemuda tidak berhenti pada kemeriahan acara.
“Jangan sampai event hanya ramai di panggung, tetapi dampaknya tidak terasa di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa dan seluruh pihak terkait. Menurutnya, pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan akan menentukan apakah Karnaval Pemuda Dungaliyo mampu berkembang menjadi event yang memiliki daya tarik lebih luas.
Haris bahkan membuka peluang agar Karnaval Pemuda Dungaliyo ke depan dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Gorontalo.
“Ke depan harus mampu menarik minat wisatawan dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Botubulowe khususnya, dan Kabupaten Gorontalo pada umumnya,” pungkasnya.
Karnaval Pemuda ke-8 pun menjadi momentum bagi pemuda Dungaliyo untuk membuktikan bahwa kreativitas generasi muda tidak hanya mampu menciptakan kemeriahan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. (Fikri)


Share