PEMKAB - Pemerintah Kabupaten Gorontalo resmi meluncurkan Program Carbon Credit (Kredit Karbon) Berbasis Tanaman Produktif melalui kerja sama dengan Koperasi Infinity Alam Lestari. Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Direktur Koperasi Infinity Alam Lestari, Engeline Hennriette, di Rumah Dinas Bupati Gorontalo pada Minggu (31/05/2026).
Program inovatif ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kritis maupun lahan tidur milik masyarakat. Melalui program ini, lahan-lahan tersebut akan ditanami berbagai komoditas produktif yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus berkontribusi langsung terhadap penyerapan emisi karbon.
Direktur Koperasi Infinity Alam Lestari, Engeline Hennriette, menjelaskan bahwa tanaman yang menjadi fokus pengembangan meliputi kayu-kayuan, aren, alpukat, dan durian. Untuk memastikan petani tetap memiliki penghasilan di masa awal, komoditas tersebut dipadukan dengan tanaman nilam sebagai sumber pendapatan jangka pendek.
“Tanaman utama yang menjadi fokus penanaman adalah kayu, aren, alpukat, dan durian yang disertai dengan nilam sehingga petani tetap memperoleh hasil sambil menunggu tanaman produktif yang masa panennya sekitar empat tahun,” jelas Engeline.
Menurut Engeline, program carbon credit ini mengawinkan dua manfaat sekaligus: memberikan dampak ekonomi bagi warga dan mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui peningkatan tutupan vegetasi serta penyerapan karbon. Pihaknya sangat berharap dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah dapat menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang ini demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Menanggapi program tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan bahwa keberhasilan agenda besar ini sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, koperasi, petani, hingga mitra strategis lainnya.
“Harus terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, koperasi, masyarakat, dan mitra strategis lainnya sehingga program carbon credit berbasis tanaman produktif benar-benar menjadi solusi,” ujar Sofyan.
Sofyan berharap kerja sama yang terjalin dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu awal bagi hadirnya berbagai inovasi pembangunan lainnya yang berpihak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Sofyan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari angka peningkatan pendapatan masyarakat semata, melainkan juga dari kontribusi nyatanya dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta mendukung agenda pembangunan hijau (green development) di Kabupaten Gorontalo. (*)