Go-Pena Baner

Saturday, 30 May, 2026

Bertahun-tahun Rusak Parah, Novalandi Gani Sukses Perjuangkan Pengaspalan Jalan Desa Duwanga

Responsive image
Jalan Desa Duwanga yang berhasil diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Novalandi Gani.

GORONTALO - Penantian panjang masyarakat Desa Duwanga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya segera terwujud. Infrastruktur jalan desa setempat yang selama ini mengalami kerusakan sangat parah kini dipastikan masuk dalam prioritas pembangunan berkat kawalan ketat legislatif.

Keberhasilan realisasi aspirasi ini tidak lepas dari perjuangan gigih Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Novalandi Gani. Politisi muda yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Dungaliyo - Bongomeme tersebut secara konsisten menyuarakan keluhan warga dari akar rumput ke meja anggaran pemerintah daerah.


Berdasarkan dokumentasi lapangan kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan. Badan jalan dipenuhi lubang-lubang besar yang digenangi air saat hujan, mirip kubangan, sehingga sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian.

Novalandi Gani mengungkapkan bahwa perbaikan akses ini menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan, mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi transportasi bagi warga Desa Duwanga dalam beraktivitas sehari-hari.

"Aspirasi mengenai pengaspalan jalan di Desa Duwanga ini adalah amanah langsung dari masyarakat saat kami turun ke lapangan. Kondisinya memang sudah sangat rusak dan mendesak untuk ditangani. Alhamdulillah, melalui fungsi penganggaran dan pengawasan di DPRD, perjuangan ini membuahkan hasil yang akan mulai dikerjakan bulan depan dengan anggaran 1,6 M ," ujar Novalandi.

Kepastian pengaspalan jalan ini langsung disambut gembira dan rasa syukur oleh warga Kecamatan Dungaliyo. Perjuangan nyata yang ditunjukkan oleh kader PDI Perjuangan ini dinilai sebagai bukti komitmen seorang wakil rakyat yang tidak lupa pada konstituennya setelah duduk di parlemen. (*) 


Share