Go-Pena Baner

Sunday, 21 July, 2024

Berani Berinovasi, Mahasiswa KKN UNG Menciptakan Produk Makanan dari Olahan Tulang Ikan Tuna Yellowfin

Responsive image
Kegiatan Mahasiswa KKN UNG di Desa Lamu,Kecamatan Batudaa Pantai

Sejumlah mahasiswa peserta KKN dari Universitas Negeri Gorontalo melakukan sebuah terobosan baru dengan menciptakan suatu produk makanan dari olahan tulang ikan tuna Yellowfin di lokasi KKN Desa Lamu Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Pelaksanaan pembuatan produk olahan tersebut menjadi salah satu program unggulan dari Program KKN Kolaborasi Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada. Dalam pelaksanaan program ini sebanyak 15 mahasiswa KKN UNG yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan saling berkolaborasi dalam menghasilkan produk bakso dan mie dari tulang ikan tuna Yellowfin. Dimana tulang ikan sering dianggap sebagai limbah oleh masyarakat. Menurut Wila Rumina Nento salah satu Dosen Pembimbing Lapangan KKN bahwa tulang ikan tuna Yellowfin mengadung kalsium dan fosfor yang bermanfaat bagi kesehatan dan proses metabolisme tubuh, serta bisa dikonsumsi oleh semua kalangan.

Pada pembuatan produk olahan bakso dan mie dari tulang ikan, para peserta KKN sebelumnya telah melakukan uji coba dan testimoni terhadap produk olahan tersebut yang kemudian didemonstrasikan kepada masyarakat Desa Lamu pada tanggal 18 Juli 2023. Mahasiswa melakukan demonstrasi dan sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait potensi perikanan yang ada di Desa Lamu, cara penanganan hasil tangkapan, serta pemanfaatan limbah tulang ikan menjadi produk yang layak untuk dikonsumsi. Respon dari masyarakat terhadap program ini terbilang baik, terlihat dari antusias yang ditunjukkan mereka saat datang di kegiatan demonstrasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa pada saat itu.

“Ini merupakan program inti atau program unggulan kami peserta KKN, dan pastinya program ini memerlukan persiapan yang cukup panjang mulai dari memikirkan konsep, menyiapkan alat dan bahan, pelaksanaan uji coba hingga tahap demonstrasi kepada masyarakat”. Ucap Ricca Aditya sebagai Koordinator KKN Desa Lamu. (*)


Share