Go-Pena Baner

Sunday, 11 January, 2026

Wagub Idah: Masyarakat Bisa Manfaatkan Diskon Tiket Pesawat hingga 14 Persen dari Pusat Selama Nataru

Responsive image
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah RH saat diwawancarai usai cek persiapan Nataru. (Foto : Pemprov)

PEMPROV - Pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan kebijakan diskon harga tiket pesawat. Diskon tersebut diberikan sebesar 13 persen untuk layanan full service dan 14 persen untuk layanan no frills, yang dihitung dari Tarif Batas Atas (TBA).
Kebijakan nasional ini disampaikan Idah Syahidah Rusli Habibie usai memimpin apel gelar pasukan sekaligus pembukaan Posko Terpadu angkutan udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan latihan darurat keamanan penerbangan di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Kamis (18/12/2025).
Wakil Gubernur menjelaskan bahwa kebijakan penurunan harga tiket merupakan program Pemerintah Pusat yang berlaku selama periode Nataru untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Diskon tiket pesawat ini berlaku untuk jadwal penerbangan mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Diskon berkisar antara 13 hingga 14 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang yang melakukan perjalanan udara selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Idah.
Ia menambahkan, penumpang yang telah membeli tiket sejak satu minggu sebelumnya dan melakukan perjalanan pada periode Nataru tetap mendapatkan manfaat diskon sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Pusat dalam menjaga keterjangkauan layanan transportasi publik.
Selain kebijakan tarif, Idah juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang selama Nataru. Peningkatan mobilitas masyarakat, kata dia, harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana serta pelayanan optimal di seluruh simpul transportasi, khususnya bandara.
“Penguatan layanan pendukung seperti jaringan komunikasi dan akses internet juga perlu mendapat perhatian serius, karena kerap mengalami gangguan saat terjadi kepadatan penumpang. Dinas Perhubungan, pengelola bandara, serta operator seluler harus berkoordinasi agar layanan tetap berjalan lancar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti aspek keselamatan dan kesehatan penumpang. Untuk itu, Posko Terpadu Nataru wajib dilengkapi dengan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, termasuk ambulans, guna mengantisipasi kondisi darurat, terutama di titik-titik dengan potensi kepadatan tinggi.
Di akhir penyampaiannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota serta instansi terkait untuk terus bersinergi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (*)


Share