Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Gorontalo sukses menggelar agenda Sharing Session bersama masyarakat nelayan setempat. Kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah strategis untuk menyerap aspirasi, memperkuat jalur komunikasi, serta membangun sinergi nyata dalam mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Gorontalo.
Berlangsung secara dialogis, acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPD HMNI Gorontalo, tokoh nelayan, serta perwakilan masyarakat pesisir. Berbagai isu krusial dan tantangan nyata yang dihadapi oleh para nelayan menjadi topik utama pembahasan, di antaranya:
Upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.
Kemudahan akses permodalan bagi nelayan kecil, Ketersediaan sarana dan prasarana penangkapan, ikan yang memadai, dan Penguatan kelembagaan kelompok nelayan lokal.
Ketua DPD HMNI Gorontalo menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan penghubung yang solid antara masyarakat nelayan, pemerintah, dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Seluruh aspirasi yang telah dihimpun dalam forum ini nantinya akan dikawal dan dijadikan dasar perjuangan organisasi dalam mendorong kebijakan yang pro-nelayan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan suara nelayan didengar dan menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. HMNI akan terus hadir sebagai mitra nelayan dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor kelautan dan perikanan," ujarnya.
Selain berfungsi sebagai ruang diskusi, momentum ini juga mempertegas komitmen HMNI Gorontalo untuk terus mendorong kolaborasi multi-sektor. HMNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga seluruh elemen masyarakat demi mendukung pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan (sustainable fisheries). Langkah ini sejalan dengan program penguatan kesejahteraan nelayan yang saat ini sedang diprioritaskan di wilayah Gorontalo.
Ke depan, DPD HMNI Gorontalo berharap kegiatan interaktif seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala. Hal tersebut dinilai penting untuk mempererat hubungan emosional antara organisasi dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang solutif bersama dalam mengatasi problematika nelayan demi terwujudnya masyarakat pesisir yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Fikri)