GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas sumber daya manusianya dengan meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan (Tendik) dalam menghadapi tekanan kerja. Melalui UPA Bimbingan dan Konseling, UNG menggelar Pelatihan Manajemen Stres bagi tenaga kependidikan di lingkungan kampus, Selasa (21/7), di Ballroom TC Damhil UNG.
Mengusung tema “Tetap Tanggap di Bawah Tekanan Melalui Seni Mengelola Stres”, pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola stres secara sehat, sehingga mampu menjaga produktivitas serta memberikan pelayanan administrasi yang optimal.
Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UNG, Idriyani Idris, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen UNG untuk meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan dalam menghadapi dinamika pekerjaan yang semakin kompleks.
"Kemampuan mengenali dan mengelola stres merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki setiap tenaga kependidikan. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman tentang manajemen stres, tetapi juga mempraktikkan berbagai teknik relaksasi, pelepasan emosi, hingga self-care yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Idriyani.
Menurutnya, pengelolaan stres yang baik akan berdampak pada meningkatnya produktivitas kerja, kualitas pelayanan administrasi, serta terciptanya budaya kerja yang sehat, positif, dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG, Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd. Menurutnya, pelatihan ini merupakan investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia, mengingat tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan layanan akademik dan administrasi universitas.
"Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap kompetensi tenaga kependidikan semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan administrasi yang profesional dan optimal dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNG," katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa kesehatan mental tenaga kependidikan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas kinerja institusi.
Menurut Hidayat, berbagai dinamika pekerjaan, mulai dari target yang harus dicapai, perubahan kebijakan, hingga tuntutan pelayanan, kerap menjadi sumber tekanan yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis pegawai apabila tidak dikelola dengan baik.
"Pelatihan ini merupakan langkah preventif sekaligus wujud kepedulian universitas terhadap kesejahteraan tenaga kependidikan. Ketika pegawai mampu mengelola stres secara sehat, produktivitas akan meningkat, pelayanan kepada sivitas akademika menjadi lebih baik, dan suasana kerja yang harmonis dapat terus terbangun," jelasnya.
Melalui pelatihan ini, UNG berharap tenaga kependidikan tidak hanya semakin tangguh dalam menghadapi tekanan kerja, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mendukung peningkatan kualitas layanan kepada seluruh sivitas akademika. (*)