GORONTALO (Go-pena.id)-Salam Pancasila sering kali disalah artikan oleh masyarakat Indonesia sebagai salam pengganti salam umat Islam. Ramai-ramai publik berkomentar tentang penggunaan salam Pancasila ini, ada yang berkomentar dengan alasan merubah salam agama tertentu dan ada juga yang tidak sepakat karena salam Pancasila dinilai berpihak pada salah satu partai politik.
Lantas ap arti salam Pancasila yang sebenarnya? Hal ini dijawab oleh Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, saat dirinya membuka kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dengan tema “Menyongsong Pemilu Damai, Demokratis, dan Berintegritas Berdasarkan Pancasila” di Gedung Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Rabu (13/12/2023).
Kata Yudian secara geografis, Indonesia sangat luas dan terpisah oleh banyak pulau, disamping itu juga memiliki banyak sekali perbedaan, agama, etnis dan Bahasa daerah. Maka untuk mempersatukan perbedaan ini perlunya sebuah salam yang bisa mewakili semuanya, yakni Salam Pancasila.
“Salam Pancasila merupakan salam kebangsaan untuk menghormati para pejuang bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan, sebuah simbol perdamaian bagi rakyat Indonesia dalam meneguhkan Pancasila sebagai ideologi bangsa,”ujar Yudian Wahyudi saat memberi sambutan.
Sosok bergelar Kiayi itu menyampaikan jika dalam kehidupan beragama khususnya Islam diperlukan persatuan salam yakni Assalamualaikum, maka dalan kehidupan berbangsa dan bertanah air perlu adanya sebuah persatuan dalam salam, yakni Salam Pancasila.
Maka dapat disimpulkan salam pancasil tidak lain hanyalah sebuah simbol persatuan dalam berbangsa dan bertanah air.