Go-Pena Baner

Friday, 20 March, 2026

Ribuan Umat Ikuti Sholat Idul Fitri Muhammadiyah di Bone Bolango, Ini Pesan Khotbahnya

Responsive image
Suasana Sholat Idul Fitri di Lapangan Likada Bone Bolango. Jumat (20/03/2026). (Foto : Go-Pena)

Bone Bolango — (Go-Pena) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bone Bolango melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Lapangan Likada, Kecamatan Kabila, Jumat (20/03/2026). Pelaksanaan sholat berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Bone Bolango dan sekitarnya.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat tersebut adalah Abdul Latief Litie, sementara khutbah Idul Fitri disampaikan oleh dr. Rusli Katili, MARS.

Dalam khutbahnya, Rusli Katili mengajak umat Islam untuk mengubah cara pandang dalam memaknai Idul Fitri. Ia menegaskan bahwa hari raya bukanlah momentum untuk hura-hura atau euforia berlebihan, melainkan sebagai titik awal untuk mempertahankan nilai-nilai ketakwaan yang telah dibangun selama bulan Ramadan.

“Seringkali Idul Fitri dirayakan dengan arak-arakan dan kegembiraan berlebihan. Padahal, hari-hari setelah Ramadan justru menjadi ujian bagi kita, apakah mampu mempertahankan predikat takwa yang telah diraih,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena sebagian umat yang hanya giat beribadah saat Ramadan, namun kembali lalai setelahnya. Golongan ini disebut sebagai “Ramadhaniyyun”, yakni mereka yang beribadah hanya di bulan Ramadan saja.

“Masjid tetap ada, orang miskin tetap ada, kesempatan bersedekah tetap terbuka. Namun semangat itu seakan hilang setelah Ramadan berlalu. Padahal, tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadan berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rusli menyampaikan tiga ciri utama orang bertakwa sebagaimana diajarkan dalam Islam. Pertama, senantiasa bertakwa kepada Allah di manapun berada. Kedua, segera mengiringi kesalahan dengan kebaikan. Dan ketiga, menjaga akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bermedia sosial.

Ia juga mengingatkan bahaya perilaku negatif di era digital seperti saling menghujat, memfitnah, hingga membully, yang dapat merusak persaudaraan sesama umat.

Khutbah ditutup dengan doa yang penuh harap, memohon kepada Allah SWT agar diberikan hati yang bersih, dijauhkan dari sifat sombong dan dengki, serta diberikan pemimpin yang adil dan amanah.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan serta nilai-nilai spiritual yang kuat di tengah masyarakat. (Wan) 


Share