Go-Pena Baner

Tuesday, 07 April, 2026

Rachmat Gobel Bertemu Wamentan Bahas Pendidikan Petani Muda ke Jepang hingga Kawasan Industri Pangan di Gorontalo

Responsive image
Anggota DPR RI Rachmat Gobel saat bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaru Sudaryono di Jakarta, Senin (6/4/2026)

Anggota DPR RI Rachmat Gobel bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaru Sudaryono di Jakarta, Senin (6/4/2026) Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang strategis untuk memajukan sektor pertanian dan peternakan di Provinsi Gorontalo. 

Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa poin utama. Pertama, program pendidikan pertanian bagi petani muda Indonesia ke Jepang. Program ini diharapkan dapat mentransfer pengetahuan dan teknologi pertanian modern kepada generasi muda petani Gorontalo. Sehingga dapat menciptakan efek multiplier jangka panjang. Petani muda yang terlatih diharapkan menjadi agen perubahan di tingkat desa, menyebarkan praktik terbaik yang mereka peroleh.

perlu pelatihan bagi petani muda untuk belajar bertani di Jepang yang dikenal maju secara teknik dan juga dari sisi teknologinya. Ini penting untuk meningkatkan produksi pertanian,” ungkap Gobel dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (07/04/2026).

Gobel aktif menyuarakan gagasannya untuk membangun kawasan pangan Gorontalo, kawasan ini akan mengintegrasikan pertanian, perkebunan, perikanan dan industri pengolahan pangan. Tujuannya adalah menghasilkan nilai tambah dari bahan mentah menjadi menjadi produk olahan siap ekspor.

Selain itu, pembahasan juga menyasar diversifikasi pertanian untuk beberapa komoditas unggulan daerah. Komoditas yang dibahas meliputi kakao, ubi, gula aren, kacang, kelapa, dan singkong. Gobel konsisten mendorong diversifikasi komoditas pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada jagung, meningkatkan nilai ekonomi petani, mendukung ketahanan pangan, serta membangun industri hilir.

“Pertanian dan industri pangan bukan saja penting bagi ketahanan dan kedaulatan pangan, tapi juga sangat signifikan dalam membuka lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan serta membangun kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Latar belakang keduanya sebagai alumni Jepang menjadi nilai tambah tersendiri. Pengalaman studi di Jepang memungkinkan mereka memahami secara mendalam sistem pertanian modern dan teknologi pengolahan pangan. Hal ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi petani Gorontalo untuk mengakses pengetahuan dan peluang serupa.

Dengan potensi pertanian yang besar, Gorontalo memiliki peluang untuk menjadi salah satu sentra produksi dan pengolahan pangan di Indonesia timur. Pertemuan Rachmat Gobel dan Wakil Menteri Sudaru Sudaryono menjadi sinyal positif bagi kemajuan sektor pertanian dan industri pangan di provinsi tersebut. (*)


Share