Go-Pena Baner

Wednesday, 05 August, 2026

Poltekkes Kemenkes Gorontalo Berdayakan Kader Posbindu Desa Luwoo melalui Edukasi Diabetes, Pemeriksaan Glukosa Darah, dan Pelatihan Akupresur

Responsive image
Foto bersama Tim Pengabmas dengan aparat Desa Luwuo, Kabupaten Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo – Poltekkes Kemenkes Gorontalo kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program "Pemberdayaan Kader Posbindu dalam Pemahaman Penerapan Akupresur untuk Meningkatkan Status Kesehatan Pasien Diabetes Mellitus" yang dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di Aula Kantor Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai Surat Tugas Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo. 

Kegiatan dipimpin oleh Ns. Jumari, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat bersama Ratnawati, S.Pd., S.Kep., Ners., M.Kep serta lima mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan sebagai anggota tim. 

Kegiatan dihadiri oleh perangkat Desa Luwoo, kader Posbindu, tenaga kesehatan, serta masyarakat sebagai sasaran program. Pemerintah Desa Luwoo turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai mitra pengabdian, termasuk memfasilitasi pelaksanaan program dan mendukung keberlanjutan kegiatan di masyarakat. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perangkat desa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Diabetes Melitus yang membahas faktor risiko, upaya pencegahan, pentingnya deteksi dini, pengendalian kadar glukosa darah, pola makan sehat, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, serta pemanfaatan akupresur sebagai terapi komplementer dalam mendukung pengelolaan Diabetes Melitus. 

Sebagai implementasi dari materi yang diberikan, tim pengabdi melaksanakan skrining kesehatan kepada peserta berupa pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan kadar glukosa darah. Pemeriksaan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular sejak dini. 

Selanjutnya peserta mengikuti pelatihan praktik akupresur yang dipandu langsung oleh tim dosen. Pada sesi ini kader Posbindu diberikan demonstrasi mengenai teknik dan titik-titik akupresur yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi komplementer bagi penyandang Diabetes Melitus. Kader kemudian mempraktikkan teknik tersebut secara langsung dengan pendampingan tim pengabdi sehingga diharapkan mampu menerapkannya kembali pada kegiatan Posbindu di desa. 

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para kader Posbindu, perangkat desa, dan peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, diskusi, pemeriksaan kesehatan, hingga praktik akupresur. Mahasiswa juga berperan aktif mendampingi peserta selama kegiatan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pelayanan masyarakat. 

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ns. Jumari, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB, menyampaikan bahwa pemberdayaan kader merupakan investasi jangka panjang dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. 

"Melalui peningkatan pengetahuan, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan pelatihan akupresur, kami berharap kader Posbindu dapat menjadi penggerak edukasi kesehatan sekaligus pendamping masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus," ujarnya. (*)


Share