GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai mengarahkan pengelolaan Satu Data Daerah menuju sistem pemerintahan digital yang terintegrasi dan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Arah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, saat membuka Workshop Pembinaan dan Pengawasan Satu Data Daerah Kabupaten Gorontalo di Hotel Luas, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Rabu (16/9/2026).
Sugondo menegaskan, Satu Data tidak lagi cukup dimaknai sebagai kegiatan mengumpulkan dan menyatukan data dari berbagai perangkat daerah. Data harus terintegrasi, mudah diakses, serta mampu dimanfaatkan untuk membaca kondisi daerah secara lebih menyeluruh.
“Pemerintahan digital ini bukan hanya menyatukan data. Ke depan harus mulai berbasis AI,” ujar Sugondo.
Menurutnya, terdapat tiga hal yang perlu diperkuat untuk mewujudkan pemerintahan berbasis data tersebut, yakni digitalisasi, pemanfaatan AI, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan sarana prasarana.
Salah satu gagasan yang tengah diarahkan adalah pengembangan POS-ST atau Pos Satu Data Kabupaten Gorontalo. Sistem ini diharapkan dapat memudahkan pemerintah memperoleh data sesuai kebutuhan tanpa harus membuka berbagai aplikasi atau melakukan pencarian secara manual.
“Cukup dengan memanggil POS-ST dan meminta data yang dibutuhkan, maka data itu dapat ditampilkan. Kita mulai mengarah ke sana,” jelasnya.
Sugondo mengatakan, integrasi menjadi kunci dalam pengelolaan data karena data antarsektor dan antarinstansi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Dengan data yang saling terhubung, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi daerah secara lebih komprehensif untuk mendukung proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan.
Penguatan Satu Data juga dinilai penting bagi Kabupaten Gorontalo karena daerah tersebut memiliki jumlah penduduk terbesar di Provinsi Gorontalo.
“Sekitar 40 persen penduduk Provinsi Gorontalo berada di Kabupaten Gorontalo. Karena itu, kalau SKALA ingin sukses, perhatian terhadap Kabupaten Gorontalo menjadi sangat penting,” kata Sugondo.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo siap membangun kolaborasi bersama Program SKALA dalam memperkuat tata kelola data daerah.
“SKALA dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo harus dalam satu, bukan hanya Satu Data, tetapi satu hati dan satu jiwa,” pungkasnya.
Workshop yang diselenggarakan Program SKALA Gorontalo tersebut menjadi ruang untuk memperkuat integrasi data sektoral dan geospasial. Kegiatan ini sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Provincial Lead Program SKALA Gorontalo, Ahmar Djalil, menjelaskan SKALA merupakan program Pemerintah Indonesia dengan dukungan Pemerintah Australia yang melibatkan Bappenas, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
SKALA atau Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar diarahkan untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas layanan dasar, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan.
Ahmar mengatakan, terdapat empat tematik utama intervensi SKALA, yakni tata kelola keuangan publik, tata kelola Standar Pelayanan Minimal (SPM), tata kelola data, serta kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial.
“Pada pagi hari ini kita masuk pada tematik tata kelola data. Selama dua hari kita akan mendiskusikan bagaimana meningkatkan tata kelola data antara provinsi dan kabupaten agar dapat berbagi pakai data secara terintegrasi,” ungkapnya.
Menurut Ahmar, penguatan Satu Data di daerah mengacu pada kebijakan nasional, termasuk Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Di Provinsi Gorontalo, kebijakan tersebut turut didukung melalui Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2022 tentang Satu Data Provinsi Gorontalo.
SKALA juga telah mendukung pengembangan portal data Provinsi Gorontalo yang dikenal dengan Nusantara Gorontalo (Nangor).
Ahmar menambahkan, setelah penguatan di tingkat provinsi, fase kedua SKALA yang direncanakan mulai 2027 hingga 2030 akan lebih banyak diarahkan ke tingkat kabupaten/kota. (Fikri/*)