Go-Pena Baner

Wednesday, 22 July, 2026

Langkah PMI Gorontalo Menjaga Nilai-Nilai Kemanusian Melalui Gerakan PMR di Sekolah

Responsive image
Ketua PMI Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y Usira, saat memberikan sambutan.

 

 

 

Gorontalo – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Y. Usira, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo dalam pelaksanaan Orientasi Kepalangmerahan bagi Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Gorontalo di Aula Dikbud, Selasa (21/7/2026).

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Gorontalo selaku Pelindung PMI Kabupaten Gorontalo, serta turut dihadiri oleh perwakilan PMI Provinsi Gorontalo, Sekda Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, dan para Kepala Sekolah SD/SMP se-Kabupaten Gorontalo.

 

Dalam sambutannya, Zulfikar Y. Usira yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gorontalomenegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan kompleks, mulai dari perubahan iklim, risiko bencana, hingga masalah sosial remaja. Oleh karena itu, sekolah dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam membangun karakter kemanusiaan.

 

“PMR Bukan Sekadar Ekstrakurikuler, Tapi Wadah Karakter”

 

Zulfikar menekankan bahwa pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah memiliki peran yang sangat strategis dan bukan sekadar pelengkap administrasi.

 

"PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembinaan karakter yang menanamkan jiwa sukarela, kepemimpinan, disiplin, empati, dan budaya keselamatan sejak dini. Keberhasilan PMR sangat ditentukan oleh dukungan kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan," tegas Zulfikar.

Ia berharap setiap satuan pendidikan dapat menjadikan nilai-nilai PMR sebagai bagian dari budaya sekolah demi melahirkan generasi yang tangguh dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat.

 

Selain menyoroti pentingnya edukasi di sekolah, Zulfikar juga membagikan komitmen nyata PMI Kabupaten Gorontalo dalam merespons berbagai musibah serta kebutuhan sosial masyarakat di wilayahnya. Bantuan Bencana seperti bantuan 25 lembar seng atau 25 sak semen untuk korban kebakaran. Berupaya memenuhi kebutuhan darah terutama untuk membantu proses persalinan ibu hamil dan pasien kritis.

 

"Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dan sekolah. Sinergi antara PMI, pemerintah daerah, kepala sekolah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan di Kabupaten Gorontalo," tutupnya. (Fikri)


Share