Go-Pena Baner

Wednesday, 21 January, 2026

Hadiah Istimewa Dies Natalis ke-33, UNG Tambah Lima Profesor Baru

Responsive image
Foto bersama rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, dengan lima Guru Besar yang baru, di Moment Dies Natalis UNG. (Foto : Humas)

Peringatan hari jadi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang ke-33 tahun ini terasa jauh lebih istimewa. Di tengah kemeriahan upacara Dies Natalis, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat akademik Guru Besar kepada lima dosen terbaik universitas pada Senin (19/1). Penyerahan SK jabatan tertinggi di dunia akademik ini dilakukan langsung di hadapan ribuan civitas akademika di Lapangan Rektorat UNG, melambangkan suntikan energi intelektual baru bagi kampus berjuluk "Kampus Kerakyatan" tersebut. Dosen yang kini resmi menyandang gelar Profesor tersebut berasal dari disiplin ilmu yang beragam, memperkuat posisi UNG di berbagai bidang keahlian. Kelima dosen tersebut yakni, Prof. Dr. Suleman Bouti, M.Hum., dan Prof. Dr. Asna Ntelu, M.Hum., dari fakultas sastra dan budaya, Prof. Yowan Tamu, S.Ag., M.A., dari Fakultas Ilmu Sosial, Prof. Dr. Dian Ekawaty Ismail, M.H., dari Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Frida Maryati Yusuf, M.Pd., dari Fakultas Matmatika dan IPA. Rektor Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, penambahan Guru Besar adalah bagian dari strategi besar UNG untuk terus meningkatkan standar akademik dan riset di kancah nasional maupun internasional. “Selamat atas keberhasilan para dosen yang telah meraih puncak jabatan akademik ini. Bertambahnya jumlah Guru Besar adalah bukti bahwa UNG tidak pernah berhenti menempa diri. Ini adalah modal utama kita dalam mewujudkan visi UNG yang unggul dan berdaya saing,” ujar Prof. Eduart. Lebih lanjut, Prof. Eduart menegaskan bahwa gelar Profesor bukan sekadar simbol status, melainkan amanah untuk memberikan dampak nyata. Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi yang memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Gorontalo dan kawasan strategis Teluk Tomini. “Kami sangat menantikan kontribusi nyata dari para Guru Besar baru melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Guru besar merupakan ujung tombak dalam mengembangkan riset yang berdampak dan pengabdian yang memberikan solusi bagi masyarakat,” tambahnya dengan nada optimis. Dengan pengukuhan lima Guru Besar baru ini, Universitas Negeri Gorontalo semakin memperkokoh posisinya sebagai episentrum ilmu pengetahuan di Kawasan Timur Indonesia, siap menyongsong masa depan dengan kualitas pendidikan yang jauh lebih mumpuni. (**)


Share