Go-Pena Baner

Sunday, 11 January, 2026

Hadiah Istimewa dari Tim Komunikasi: Buku ‘Meniti Jalan Pengabdian’ Diluncurkan Tepat di Hari Ulang Tahun ke-66 Gubernur Gusnar Ismail

Responsive image
TIM Komunikasi Gubernur Gorontalo memberikan hadiah buku Meniti Jalan Pengabdian kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Jumat (12/12/2025). (Foto : Pemprov)

PEMPROV - Buku “Meniti Jalan Pengabdian, Mendalami Pemikiran dan Kepemimpinan Gusnar Ismail” resmi diluncurkan bertepatan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gorontalo Islamic Centre (GIC) di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (12/12/2025). Peluncuran buku ini menjadi momen istimewa karena dirancang sebagai kado ulang tahun ke-66 untuk Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.

Buku tersebut ditulis oleh tiga Juru Bicara Gubernur—Alvian Mato, Supriyanto Radjak, dan Novalliasnyah Abdussamad—yang selama ini menjadi bagian dari tim komunikasi Gubernur. Melalui sudut pandang yang dekat dan intens, mereka menyusun jejak panjang perjalanan Gusnar Ismail, dari seorang anak kampung di tepi Danau Limboto hingga menjadi pemimpin daerah, dengan menonjolkan sisi personal dan pemikiran yang jarang tersorot publik.

Dalam buku itu, Gusnar digambarkan tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kejujuran, doa, dan kerja keras. Perjalanan hidupnya tidak digambarkan sebagai lompatan besar, melainkan rangkaian langkah kecil yang penuh keraguan, jatuh, bangkit, dan terus belajar. Dari sekolah negeri, organisasi pelajar, HMI, perjalanan karier, hingga masuk ke birokrasi dan akhirnya memimpin Provinsi Gorontalo, semua dipaparkan dengan jujur dan apa adanya.

Para penulis juga menyoroti pergulatan batin Gusnar dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Ia ditampilkan sebagai manusia biasa yang tetap menjaga nilai keagamaan, adat, dan integritas. Buku ini menegaskan bahwa bagi Gusnar, jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang menuntut kesadaran moral yang tinggi.

Selain mengisahkan kepemimpinan, buku ini mengangkat pengalaman-pengalaman universal: kehidupan mahasiswa rantau, perjalanan aktivis muda, hingga dinamika yang dihadapi pekerja dalam dunia birokrasi. Meski melewati berbagai tantangan, Gusnar tetap berupaya menjaga idealisme dalam batas-batas realitas, menjadikan kepemimpinannya terasa lebih membumi dan manusiawi.

Menariknya, buku ini juga tidak menghindari kontroversi dan dinamika yang pernah muncul sepanjang kariernya. Para penulis mengajak pembaca memahami proses batin di balik setiap keputusan, bukan sekadar apa yang tampak di permukaan atau diberitakan media.

Dengan gaya penceritaan yang mengalir, “Meniti Jalan Pengabdian” menjadi refleksi kepemimpinan yang relevan bagi mahasiswa, aktivis, birokrat muda, politisi, maupun masyarakat umum. Buku ini menegaskan bahwa pemimpin yang baik bukanlah yang tanpa salah, tetapi yang mampu menjaga kompas moral di tengah tekanan.

Peluncuran buku yang bertepatan dengan dimulainya pembangunan Masjid Raya Gorontalo semakin memperkuat nilai spiritual dalam perjalanan hidup Gusnar Ismail. Bagi tim komunikasinya, buku ini merupakan persembahan khusus—sebuah hadiah ulang tahun ke-66 yang penuh makna bagi seorang pemimpin yang mereka dampingi selama ini. (*)


Share