Go-Pena Baner

Saturday, 17 October, 2026

Gusnar Ismail: Pulanga Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Nilai yang Harus Dipertanggungjawabkan

Responsive image
Gubernur Gusnar Hadir dalam prosesi penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo (Foto : Fikri /Gopena.id)

Limboto (Go-Pena.id) – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat Pulanga bukan sekadar bentuk penghargaan, melainkan amanah yang mengandung nilai dan tanggung jawab bagi penerimanya.

Hal itu disampaikan Gusnar saat menghadiri prosesi penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Sabtu (17/10/2026), di Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Menurut Gusnar, selama ini gelar Pulanga kerap dipahami sebagai penghargaan yang berkaitan dengan Ilomata. Alih-alih hanya melihatnya sebagai bentuk penghormatan, ia mengingatkan bahwa gelar adat tersebut juga memuat nilai-nilai yang harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan penerimanya.

“Ada pendapat bahwa Pulanga ini adalah penghargaan. Hal ini selalu dikaitkan dengan Ilomata. Tapi ada satu hal yang kita lupakan, pemberian gelar pada hakikatnya adalah pemberian nilai yang harus dilaksanakan oleh yang diberi gelar adat,” ujar Gusnar dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, nilai yang terkandung dalam gelar adat tersebut memiliki batasan dan ketentuan yang harus dijaga serta dijalankan oleh penerimanya. Tanggung jawab itu, menurutnya, bukan perkara ringan, tetapi dapat dilaksanakan apabila dijalani dengan keikhlasan.

“Ada batas-batas yang harus dijaga. Hal ini sangat berat untuk dilaksanakan, tetapi jika kita laksanakan dengan ikhlas, akan terasa mudah,” katanya.

Gusnar menekankan bahwa gelar adat tidak berhenti pada prosesi penganugerahan maupun pengakuan secara simbolis. Lebih dari itu, gelar tersebut menjadi pengingat bagi penerimanya untuk menjalankan nilai-nilai adat dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam pelaksanaan tanggung jawabnya.

“Pulanga ini bukan saja penghargaan, tetapi adalah sebuah nilai yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gusnar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan adat Gorontalo agar tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.

Penganugerahan gelar adat kepada Bupati Gorontalo Sofyan Puhi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Kapolda Gorontalo, Bupati Gorontalo Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kabupaten Gorontalo, serta Dewan Adat se-Provinsi Gorontalo. (Fikri) 


Share