Go-Pena Baner

Thursday, 15 October, 2026

Bukan Sekadar Bedah Rumah, Selvi Gibran dan Wagub Idah Menguatkan Harapan Keluarga

Responsive image
Wakil Gubernur Gorontalo dampingi Istri Wakil Presiden serahkan Bantuan Rumah keluarga Beresiko stunting ( Foto : Fikri /Gopena.id)

GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam penanganan stunting melalui dukungan perbaikan hunian dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Upaya ini ditunjukkan saat Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama istri Gubernur Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, mendampingi istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming Raka, meninjau rumah keluarga berisiko stunting di Desa Huidu Utara, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Tim SERUNI Kabinet Merah Putih (KMP) yang menyasar keluarga berisiko stunting melalui bantuan perbaikan rumah dan dukungan usaha sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Dalam peninjauan itu, Selvi bersama rombongan mengunjungi rumah keluarga sasaran satu per satu. Selain melihat langsung kondisi hunian dan lingkungan tempat tinggal, rombongan juga berinteraksi dengan penerima bantuan.

Alih-alih hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, program ini turut mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui bantuan usaha yang disesuaikan dengan usaha yang dijalankan penerima manfaat.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Rahmad Pomalingo, mengatakan bantuan tersebut difasilitasi SERUNI Kabinet Merah Putih, dengan pelaksanaan pembangunan rumah dipercayakan kepada pihak ketiga.

“Bantuan ini tidak hanya untuk rumah, tetapi juga ada bantuan usaha sesuai dengan usaha yang digeluti pemilik rumah. Alhamdulillah, pelaksanaannya bagus,” ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, terdapat 10 unit rumah dalam program bantuan tersebut. Lima unit berada di wilayah Sumatra, sementara lima unit lainnya berada di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Kabupaten Gorontalo.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, penanganan keluarga berisiko stunting diharapkan tidak berhenti pada intervensi kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga menyentuh kualitas hunian serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, melalui lingkungan tempat tinggal yang layak dan dukungan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga sasaran. (Fikri) 


Share