Go-Pena Baner

Saturday, 25 April, 2026

Erick Jafar Bagikan Strategi Bertahan dan Berkembang dalam Bisnis di Hadapan Pengusaha Muda

Responsive image
Erick Jafar memberikan materi dalam HIPMI Enterpreneur Talk.

GORONTALO — Owner lembaga kursus Liberty, Erick Jafar, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang X HIPMI Gorontalo, membagikan pengalaman inspiratifnya dalam kegiatan HIPMI Entrepreneur Talk. Dalam sesi tersebut, ia mengisahkan perjalanan membangun usaha dari keterbatasan hingga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang pesat.
Erick mengungkapkan, usaha yang ia bangun bermula dari kondisi sederhana setelah menikah, di mana ia hanya memiliki uang sebesar Rp3,2 juta. Sementara itu, biaya sewa tempat usaha yang diincarnya mencapai Rp15 juta.
“Semua yang saya ceritakan ini adalah fakta yang saya alami, tidak ada yang ditambah-tambahkan. Kalau bisa menjadi motivasi, Alhamdulillah,” ujarnya.
Dengan keterbatasan tersebut, Erick memberanikan diri menemui pemilik tempat dan menawarkan uang Rp3 juta sebagai tanda keseriusan, sembari meminta waktu satu bulan untuk melunasi sisa pembayaran. Risiko besar diambilnya, bahkan ia siap kehilangan uang tersebut jika gagal.
Tak berhenti di situ, Erick langsung bergerak melakukan promosi secara mandiri. Ia mendatangi sekolah-sekolah untuk sosialisasi, bahkan menunggu siswa pulang sekolah demi membagikan brosur ketika tidak diizinkan masuk.
“Jadi pengusaha itu harus berjuang. Tidak sekadar kata-kata indah, tapi bagaimana kita mencintai prosesnya,” jelasnya.
Dengan sisa dana Rp200 ribu, ia mencetak spanduk dan brosur. Bahkan dengan penuh percaya diri, ia memasang klaim sebagai “tempat kursus nomor satu di Gorontalo”, meskipun saat itu fasilitas belum lengkap.
“Percaya diri itu penting. Bahkan yang saya lakukan waktu itu bisa dibilang terlalu percaya diri, tapi itu bagian dari doa,” tambahnya.
Perjalanan panjang tersebut kini membuahkan hasil. Erick menyebut, lembaga yang ia dirikan telah berjalan lebih dari satu dekade dan secara konsisten mencatat jumlah siswa terbanyak berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo.
Ia menekankan bahwa kunci utama dalam mempertahankan bisnis bukan hanya pada ekspansi atau keuntungan semata, melainkan menjaga nilai (value) usaha serta kualitas layanan.
“Kalau kita ingin bisnis bertahan lama, value itu harus dijaga. Jangan hanya berlomba soal uang atau ekspansi,” tegasnya.
Selain itu, Erick juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang baik dengan tim. Menurutnya, karyawan adalah representasi dari perusahaan dan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
“Sayangi tim kita, karena mereka yang akan merepresentasikan diri kita ke customer. Kalau kita baik ke tim, mereka juga akan baik ke pelanggan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah memberangkatkan sebagian besar timnya ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitas dan pengalaman kerja.
Menutup materinya, Erick merangkum dua poin utama dalam membangun usaha, yakni menjaga nilai bisnis dan memperlakukan tim sebagai mitra dalam berkembang bersama.
“Kalau kita berkembang bersama, langkah kita bukan hanya lebih cepat, tapi juga bisa lebih jauh,” pungkasnya. (Wan) 


Share