GORONTALO – Kompetensi di bidang biodiversitas, khususnya genetika dan genom, mengantarkan dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Arfiani Rizki Paramata, S.Pi., M.Si., terpilih mengikuti program internasional Belt and Road International Mariculture Technologies.
Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi Dr. Arfiani untuk memperluas wawasan keilmuan, mendalami perkembangan teknologi marikultur, sekaligus membangun jejaring akademik internasional di bidang kelautan dan perikanan.
Keahliannya dalam kajian biodiversitas, genetika, dan genom menjadi bekal penting dalam pengembangan ilmu kelautan. Bidang tersebut berperan dalam memahami keanekaragaman hayati, mengidentifikasi karakteristik genetik organisme, serta mendukung pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Program Belt and Road International Mariculture Technologies didukung oleh Kementerian Sains dan Teknologi Republik Rakyat Tiongkok (Ministry of Science and Technology/MOST). Pelaksanaannya turut melibatkan Network of Aquaculture Centres in Asia-Pacific (NACA) dan State Key Laboratory of Mariculture Biobreeding and Sustainable Goods.
Melalui program ini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan teknologi marikultur, inovasi budidaya laut, serta pendekatan ilmiah dalam mendukung pengembangan sektor akuakultur. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara dalam menghadapi tantangan pengembangan teknologi kelautan.
Program internasional ini diikuti peserta dari delapan negara, termasuk Indonesia, bersama Ekuador, Rusia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Interaksi lintas negara tersebut membuka peluang pertukaran perspektif, penguatan kapasitas penelitian, serta pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan dan teknologi kelautan.
Bagi Dr. Arfiani, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk memperkaya perspektif keilmuan sekaligus memperluas peluang penerapan pengetahuan dalam kegiatan penelitian di lingkungan akademik.
Partisipasinya juga memiliki arti strategis bagi FKTP UNG dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memperluas jejaring akademik global. Kehadiran dosen dalam program internasional diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi, terutama dalam pendidikan dan penelitian di bidang kelautan dan perikanan.
Pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh Dr. Arfiani diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan riset biodiversitas laut di UNG. Lebih jauh, pengalaman tersebut berpotensi mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi penelitian untuk mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Dr. Arfiani Rizki Paramata dalam program ini sekaligus memperlihatkan pentingnya penguatan kompetensi akademisi dan keterlibatan perguruan tinggi dalam jejaring keilmuan internasional. Melalui pengembangan kapasitas dan kolaborasi riset, UNG diharapkan semakin berperan dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan, baik di tingkat nasional maupun internasional.