Go-Pena Baner

Thursday, 18 June, 2026

Dorong Ekonomi UMKM, Pemkot Gorontalo Gelar Street Food Jilid III di Kawasan Kampung Cina

Responsive image
Wali Kota Gorontalo saat mengunjungi kampung Cina. (Foto: Dokpim)

Gorontalo — Pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar kegiatan Street Food Jilid III sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, kali ini kegiatan akan dipusatkan di kawasan Kampung Cina, tepatnya di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan.
 
Persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea pada Rabu (17/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Adhan memastikan seluruh kebutuhan pendukung acara mulai disiapkan dengan matang agar mampu menghadirkan suasana yang menarik dan nyaman bagi masyarakat yang akan berkunjung.
 
Dari hasil peninjauan tersebut terungkap bahwa pelaksanaan Street Food Jilid III akan dimulai pada Sabtu (20/6/2026) malam. Acara juga akan dimeriahkan dengan penampilan seni budaya berupa Barongsai yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
 
Kegiatan ini mengusung konsep kawasan yang menonjolkan nuansa khas Tionghoa. Seluruh lokasi kegiatan akan dihiasi dengan lampion berwarna merah yang diharapkan mampu menghadirkan suasana dan atmosfer layaknya berada di kawasan pecinan di Tiongkok. Selain itu, sejumlah pelaku UMKM dari komunitas Tionghoa juga akan dilibatkan untuk berpartisipasi, guna menambah variasi jenis kuliner yang ditawarkan sekaligus memperkuat karakter khas lokasi tersebut.
 
Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UMKM telah menyiapkan skema penataan dan konsep khusus bagi pelaku usaha yang akan berjualan. Hal ini dilakukan agar kawasan Street Food tampil lebih tertata rapi, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.
 
Wali Kota Adhan Dambea menjelaskan bahwa program Street Food menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama di tengah tantangan fiskal yang dihadapi. Salah satunya adalah pemangkasan biaya transfer daerah yang membuat pemerintah dituntut untuk mencari berbagai cara guna meningkatkan perekonomian lokal.
 
“Kami di daerah dituntut untuk mencari strategi agar meningkatkan ekonomi daerah, karena biaya transfer daerah dipangkas,” ujar Adhan.
 
Ia menambahkan bahwa program yang dilaksanakan sejak sebelumnya telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada penyelenggaraan Street Food Jilid I, total transaksi yang dibukukan pelaku UMKM mencapai Rp432 juta. Angka tersebut kemudian meningkat signifikan pada pelaksanaan Jilid II dengan nilai perputaran uang mencapai sekitar Rp736 juta.
 
Berdasarkan tren positif yang terus terlihat, Pemerintah Kota Gorontalo menyatakan optimistis bahwa Street Food Jilid III mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. Selain memberikan manfaat secara langsung bagi pelaku usaha, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana promosi yang efektif agar produk UMKM lokal semakin dikenal luas, sehingga dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.


Share