Pohuwato — Kehadiran Pani Gold Mine di Kabupaten Pohuwato mulai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Salah satu yang paling terlihat adalah terbukanya lapangan kerja bagi ribuan masyarakat lokal serta adanya kontribusi terhadap penerimaan daerah melalui pembagian royalti.
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR), Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan saat ini Pani Gold Mine mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 2.300 orang atau sekitar 35 persen merupakan warga Gorontalo.
Hal itu disampaikan Boyke saat menghadiri kegiatan jalan sehat bersama ribuan karyawan dan keluarga Pani Gold Mine dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (16/8/2026).
Menurut Boyke, keterlibatan ribuan tenaga kerja lokal menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami akan terus mengembangkan skill agar peningkatan karyawan kami juga bersumber dari warga Gorontalo,” ujar Boyke.
Ia mengatakan, perusahaan tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, peluang masyarakat Gorontalo untuk mengisi posisi yang lebih strategis di perusahaan diharapkan semakin terbuka.
Dampak keberadaan Pani Gold Mine juga terlihat dari sisi penerimaan daerah. Boyke menyebut Kabupaten Pohuwato memperoleh bagian sebesar 32 persen dari setoran royalti perusahaan kepada negara sesuai dengan ketentuan pembagian penerimaan yang berlaku.
“Pemerintah daerah mendapatkan bagian sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Boyke.
Kontribusi tersebut menambah potensi manfaat ekonomi pertambangan bagi daerah, di samping aktivitas ekonomi yang muncul dari keberadaan perusahaan dan ribuan pekerja yang terlibat di dalamnya.
Pani Gold Mine merupakan proyek tambang emas yang berada di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Aktivitas penambangan dimulai pada 1 Oktober 2025, sedangkan penuangan emas perdana dilakukan pada kuartal pertama 2026.
Tambang emas tersebut dikembangkan sebagai tambang terbuka secara bertahap. Pada fase awal, pengolahan menggunakan metode heap leach dengan kapasitas sekitar 8 juta ton bijih per tahun.
Boyke menegaskan, perusahaan juga berupaya menjalankan aktivitas pertambangan dengan prinsip good mining practice. Menurutnya, keberadaan Pani Gold Mine diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui produksi emas, tetapi juga membawa kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan daerah.
“Pani Gold Mine merupakan salah satu perusahaan tambang yang mengedepankan good mining practice. Kami berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Dengan jumlah pekerja yang mencapai sekitar 6.000 orang dan lebih dari sepertiganya berasal dari Gorontalo, aktivitas perusahaan berpotensi menciptakan efek ekonomi lanjutan bagi masyarakat melalui kebutuhan barang dan jasa, usaha pendukung, hingga perputaran ekonomi di sekitar wilayah operasional.
Sementara itu, kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT ke-81 RI tahun ini masih diperuntukkan bagi karyawan dan keluarga Pani Gold Mine.
Boyke membuka peluang agar kegiatan serupa pada tahun mendatang dapat melibatkan masyarakat Pohuwato secara lebih luas.
“Tahun ini terbatas untuk karyawan kami. Insya Allah tahun depan kami akan melibatkan dan mengundang masyarakat secara luas,” katanya.
Bagi perusahaan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.
Di tengah berkembangnya aktivitas pertambangan emas di Pohuwato, keberadaan Pani Gold Mine kini tidak hanya menjadi bagian dari sektor pertambangan, tetapi juga mulai memberi warna pada dinamika ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan kontribusi terhadap penerimaan daerah. (Fikri)