Go-Pena Baner

Thursday, 09 April, 2026

Datang ke Pulubala, Viva Yoga Perkuat Arah Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif

Responsive image
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat memberikan sambutan pada penyerahan 109 Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga transmigrasi di Kecamatan Pulubala, Kab. Gorontalo, Rabu, (8/4/2026). (Foto : Valen)

PEMPROV - Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyerahkan sebanyak 109 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada warga transmigrasi di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/4/2026).

Penyerahan tersebut turut didampingi oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Yunus, serta anggota DPRD Provinsi Gorontalo Anas Jusuf dan Femmy Udoki. 

Selain menyerahkan SHM, kedatangan Wamentrans juga dalam rangka meresmikan sejumlah proyek pembangunan yang didanai Kementerian Transmigrasi dengan total anggaran mencapai Rp4,4 miliar. Proyek tersebut meliputi pembangunan jalan non-status menuju kawasan transmigrasi, pembangunan gedung balai pertemuan, serta rehabilitasi sekolah.

Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa penyerahan SHM ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi warga transmigrasi. Ia juga menekankan bahwa sertifikat tanah dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ada 109 SHM yang diserahkan. Jangan sampai rusak dan tidak boleh diperjualbelikan. Ini adalah landasan hukum bagi bapak ibu sekalian. Namun, jika dimanfaatkan untuk akses permodalan di bank, itu diperbolehkan,” ujar Viva.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program transmigrasi diharapkan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat keutuhan NKRI.

Ia mencontohkan keberhasilan kawasan transmigrasi di Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang meski berada di wilayah pasang surut, mampu menjadi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Gusnar Ismail mengajak warga transmigran untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki, baik untuk pertanian maupun peternakan. Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata dia, akan memberikan perhatian khusus dalam distribusi bantuan pertanian bagi warga transmigrasi.

“Kita akan membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi. Setiap ada bantuan benih, kita prioritaskan untuk warga transmigrasi,” jelas Gusnar.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan ayam yang dinilai memiliki prospek menjanjikan, seiring dengan rencana pembangunan hilirisasi peternakan ayam di Kabupaten Gorontalo Utara.

“Kami akan membangun sistem hilirisasi ayam terintegrasi, mulai dari pabrik pakan, pembibitan DOC, pemeliharaan hingga rumah potong hewan. Semua dikelola secara industrial,” tambahnya.

Kunjungan Wamentrans turut dimanfaatkan warga untuk berdialog langsung. Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan pembangunan infrastruktur desa hingga persoalan kepemilikan Lahan Usaha (LU) II yang hingga kini belum diterima oleh sebagian warga. (*)


Share