GORONTALO – Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group, produsen pellet kayu atau wood pellet terintegrasi memaksimalkan komitmennya dalam mendukung perekonomian daerah yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah kerjanya. Hal ini terbukti dari taatnya membayar pajak dan sejumlah retribusi terkait operasional bisnis Perusahaan.
Direktur PT Biomasa Jaya Abadi, Zunaidi mengatakan, BJA Group sejak berdiri hingga kini aktif memberikan kontribusi nyata. Hingga Mei 2026, melalui PT BTL dan PT IGL, BJA Group melakukan pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesar Rp 33,76 miliar dan Dana Reboisasi (DR) total sebesar Rp 116,91 miliar yang terdiri dari DR rupiah sebesar Rp 65,60 miliar dan DR dalam matauang US$ sebesar US$ 2,88 juta (atau setara dengan Rp 51,31 miliar).
“Kontribusi PSDH dan DR ini menjadikan BJA Group sebagai penyumbang terbesar PNBP Pemanfaatan Hutan di Provinsi Gorontalo melalui BPHL XII Palu pada 2023. BJA group selalu taat dengan semua pembayaran PNBP dan retribusi lain yang diharuskan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku,” ujar Zunaidi.
Retribusi tersebut diantaranya berkaitan dengan Izin Pinjam Kawasan Hutan untuk jalan atau PNBP PKH yang dibayarkan setiap tahunnya, Izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) melalui pembelian solar industri yang dibeli Perusahaan, retribusi Mineral Bukan Logam dan Batuan, Penggunaan Perairan untuk Kegiatan Terminal Khusus.
Zunaidi menjelaskan selain dari kontribusi pajak dan retribusi, BJA Group juga berperan aktif melibatkan masyarakat sekitar wilayah kerja (Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo) sebagai karyawan di Perusahaan. Hingga Mei 2026, jumlah tenaga kerja BJA Group sebanyak 1.400-an orang dengan 84% adalah masyarakat Pohuwato dan Gorontalo. Semua karyawan juga diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
“Karyawan bukan sekadar bagian dari perusahaan. Merekalah fondasi yang membuat BJA Group tumbuh dan berkontribusi bagi daerah. Contohnya, karyawan mendapatkan gaji dari Perusahaan yang kemudian ada perputaran uang di daerah Pohuwato. Melalui keberadaan Perusahaan, kami berharap, kita bersama pemerintah dan masyarakat bisa membangun Kabupaten Pohuwato semakin maju,” ujar Zunaidi.
Selain itu, lanjut Zunaidi, semua kendaraan operasional BJA Group menggunakan plat nomor polisi Kabupaten Pohuwato. Dengan demikian pembayaran pajak kendaraan 100% langsung ke Kabupaten Pohuwato.
Dalam operasionalnya, Perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan, dan sebagai buktinya hingga 12 Juni 2026, BJA Group sudah menanam lebih dari 25,7 juta pohon gamal di 5.000 an hektare (ha) dalam rangka pembangunan industri energi terbarukan yang bebas deforestasi.
“BJA Group akan terus memaksimalkan komitmennya untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah, sehingga perlu kerjasama saling mendukung dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat ini,” tutup Zunaidi. (*)