Go-Pena Baner

Monday, 10 August, 2026

Bantuan CPP Tiga Bulan Sekaligus Disalurkan, Beras Gorontalo Surplus 4.323 Ton

Responsive image
Kadis Ketahanan pangan kabupaten Gorontalo - Hermanto F. Asona. (Foto : Fikri gopena.id)

Limboto,Gopena.id — Masyarakat Kabupaten Gorontalo tidak perlu panik menghadapi ancaman musim kemarau panjang. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo memastikan bahwa ketersediaan beras di wilayah setempat berada dalam posisi surplus dan aman hingga akhir Desember 2026.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, Hermanto F. Asona, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).

Hermanto menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan proyeksi neraca bahan pangan terhadap 11 komoditas pokok (termasuk beras, jagung, bawang, cabai, daging, telur, gula, dan minyak goreng), stok beras di Kabupaten Gorontalo menunjukkan angka yang sangat positif.

"Untuk bulan Agustus ini, ketersediaan beras hasil proyeksi kita mencapat 8.506,13 ton. Sementara rata-rata kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Gorontalo per bulan adalah 4.183 ton. Artinya, kita memiliki surplus sebesar 4.323,14 ton," ungkap Hermanto.

Selain mengandalkan hasil panen lokal dari luas sawah yang ada, ketahanan pangan daerah juga diperkuat oleh program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari pemerintah pusat.

Pada bulan Agustus ini, pemerintah menyalurkan bantuan beras CPP sekaligus untuk alokasi tiga bulan (Juli, Agustus, dan September). Setiap Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat akan menerima total 30 kg beras secara langsung.

"Proyeksi kami hingga akhir Desember mendatang, kebutuhan beras insyaAllah sangat mencukupi. Perhitungan ini bahkan belum memasukkan stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Gorontalo, di mana Bulog sendiri telah mengonfirmasi pasokannya aman hingga akhir tahun," jelasnya.

Menanggapi tingginya aktivitas distribusi beras ke luar daerah, Hermanto mengakui bahwa secara faktual lapangan, sebagian hasil produksi petani Kabupaten Gorontalo diserap oleh daerah tetangga seperti Kota Gorontalo dan Gorontalo Utara.

Namun, masyarakat diimbau tidak khawatir karena arus pasokan beras dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara juga rutin masuk ke Kabupaten Gorontalo untuk menyeimbangkan kebutuhan dan preferensi konsumen.

"Secara data di atas kertas maupun realisasi pasokan, saling menutupi ini menjaga ketersediaan pangan kita tetap stabil di tengah musim kemarau," pungkas Hermanto. (Fikri) 


Share