GORONTALO — Dalam rangka mensukseskan program Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah RH dalam bidang Pendidikan, maka Bappeda Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Hasil Kajian Pendidikan dengan fokus pada isu strategis terkait anak putus sekolah. Kajian bertajuk “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah Karena Faktor Sosial Ekonomi Keluarga di Provinsi Gorontalo” dipresentasikan oleh Tenaga Ahli dari Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Muchtar Ahmad, S.Pd., M.Si., CIT. dan Mahyudin Humalanggi,
Dalam pemaparannya, Dr. Muchtar menyampaikan bahwa persoalan anak putus sekolah erat kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi keluarga, minimnya akses pendidikan, serta lemahnya sistem pendataan terpadu. Ia menawarkan sejumlah strategi seperti penguatan intervensi berbasis keluarga, peningkatan program beasiswa tepat sasaran, serta kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka putus sekolah.
“Upaya penanggulangan harus berbasis data, dan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan bantuan dana. Perlu ada pendampingan, program remedial, serta keterlibatan pemerintah desa, sekolah, dan lembaga sosial,” ujar Dr. Muchtar.
Seminar ditutup oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, yang menegaskan pentingnya menerjemahkan hasil riset menjadi program nyata. Ia mengapresiasi kontribusi para peneliti yang telah menyelesaikan kajian dengan anggaran terbatas namun menghasilkan rekomendasi strategis.
“Kami berharap ada rekomendasi khusus yang langsung dapat kami tindaklanjuti, terutama daftar program yang dapat membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan anak putus sekolah. Tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi juga berlanjut pada pendampingan dan penjabaran teknis,” jelas Wahyudin.
Ia menekankan bahwa kajian ini merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan sektor pendidikan yang lebih inklusif. “Mencari ilmu dan solusi tidak berhenti dalam satu kajian. Ini harus terus berlanjut, karena masih banyak ruang untuk diperdalam,” pungkasnya. (*)