Go-Pena Baner

Sunday, 16 August, 2026

Tengah Malam di Pentadio, Gusnar Ismail Tundukkan Kepala untuk Para Pahlawan

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama forkopimda saat mendatangi taman makam pahlawan di Pentadio.

 

 

 

 

Gorontalo — Jarum jam baru menunjukkan pukul 00.01 WITA, Minggu (16/8/2026), ketika Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail hadir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pentadio, Kabupaten Gorontalo.

Di penghujung malam itu, Gusnar datang bukan untuk menghadiri seremoni biasa. Ia mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

Dengan suasana malam yang hening, Gusnar tampak khusyuk mengikuti seluruh rangkaian renungan hingga selesai. Ia berdiri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyimak setiap tahapan upacara, kemudian memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP Pentadio.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut dipimpin Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo selaku inspektur upacara. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Gorontalo dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Kehadiran Gubernur di tengah malam menjadi pesan tersendiri. Di saat sebagian besar masyarakat tengah beristirahat menyambut perayaan kemerdekaan, Gusnar memilih hadir di tempat persemayaman para pejuang untuk mengenang jasa mereka.

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus MT Mopili, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta pasukan gabungan TNI dan Polri.

Rangkaian upacara diisi dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, pembacaan doa, hingga penyalaan obor. Cahaya obor di tengah gelapnya malam menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

Berdasarkan data TMP Pentadio, sebanyak 200 pahlawan dimakamkan di tempat tersebut. Mereka terdiri atas 137 anggota TNI, 26 anggota Polri, dan 37 pejuang rakyat.

Pasukan upacara dipimpin Dandim 1315 Kabupaten Gorontalo Letkol Inf Julius Jongen Matakena.

Sepanjang pelaksanaan renungan suci, Gusnar terlihat tenang dan khusyuk. Ia mengikuti prosesi hingga akhir sebelum kemudian memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang bersemayam di TMP Pentadio.

Momen tersebut menjadi bagian penting dari peringatan kemerdekaan di Gorontalo: bukan sekadar mengenang tanggal 17 Agustus, tetapi menundukkan kepala sejenak di hadapan mereka yang telah lebih dahulu berjuang agar Indonesia dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka.

Di tengah sunyi malam Pentadio, penghormatan itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak datang dengan mudah dan setiap generasi memiliki kewajiban untuk merawatnya. (Fikri)


Share