Go-Pena Baner

Tuesday, 28 July, 2026

Tanggap Kekeringan, PDAM Tirta Limutu Gelontorkan Ratusan Ribu Liter Air di Wilayah Kritis

Responsive image
Direktur PDAM Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo - Tomy Hendra Said

Limboto, gopena.id - Menghadapi musim kemarau yang mulai berdampak pada penurunan debit air sungai di Kabupaten Gorontalo, PDAM Tirta Limutu bergerak cepat melakukan berbagai langkah mitigasi. Tak hanya fokus pada para pelanggan, perusahaan daerah ini menegaskan komitmennya untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh lapisan masyarakat yang terdampak kekeringan, termasuk yang non-pelanggan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur PDAM Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo, Tomy Hendra Said, saat ditemui wartawan gopena.id di ruang kerjanya pada Selasa (28/7/2026).
Tomy menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat ini diawali dari rapat koordinasi melalui zoom meeting bersama Bupati Gorontalo, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kabupaten Gorontalo. Rapat tersebut memetakan titik-titik wilayah yang masuk kategori kritis ketersediaan air, baik untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan harian (MCK dan air minum).

"Setelah mendapatkan informasi mengenai wilayah kritis, kami langsung bergerak cepat di hari yang sama. Laporan awal masuk dari Dusun 2 Desa Padengo, disusul Desa Huidu. Kami langsung menyuplai air bersih ke sana," ujar Tomy.

Menariknya, PDAM Tirta Limutu menegaskan tidak melempar tanggung jawab meski wilayah terdampak dominan diisi oleh warga non-pelanggan. Seperti di Desa Huidu, PDAM tercatat telah menyalurkan hingga 100 ribu liter air bersih.

"Dalam penugasan ini kami tidak hanya berfokus melayani pelanggan, tetapi semua masyarakat yang membutuhkan. Ini kewajiban kami. Seperti di Desa Huidu kemarin, itu mayoritas bukan pelanggan, tapi tetap kami suplai," tegasnya.

Untuk mengoptimalkan jangkauan hingga ke wilayah pelosok, PDAM Tirta Limutu resmi menjalin kerja sama lintas instansi, salah satunya dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah II Gorontalo.

Sinergi ini ditandai dengan aksi turun lapangan bersama pada Senin lalu menuju Desa Mootilango untuk menyalurkan sekitar 10.000 liter air bersih. BWS juga menerjunkan armada tangki guna memperkuat kapasitas tampung dan distribusi air.

"Di depan kantor, kami juga sudah menyiapkan armada tambahan berkapasitas 4.400 liter untuk menyisir daerah-daerah yang masuk dalam daftar distribusi hari ini," kata Tomy.

Selain itu, PDAM telah membuka titik-titik pengambilan air gratis di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Boliyohuto dan Kantor PDAM Unit Tibawa. Tempat ini disediakan tidak hanya bagi warga yang ingin mengambil air secara langsung, tetapi juga disiapkan sebagai fasilitas pengisian armada bagi BPBD, Dinas Sosial, maupun PMI yang hendak mendistribusikan air bersih. (*) 


Share