PEMPROV — Memasuki masa panen, para petani di Provinsi Gorontalo dihadapkan pada persoalan turunnya harga gabah di tingkat petani. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena berpotensi menyebabkan kerugian, terlebih di tengah belum adanya penyerapan gabah oleh Perum Bulog.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Gorontalo bergerak cepat dengan mengambil langkah konkret di lapangan. Gubernur memerintahkan Kepala Dinas
Muljady Mario, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo. untuk segera berkoordinasi dengan pimpinan Bulog Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) guna mengatasi anjloknya harga gabah dan melindungi kepentingan petani.
Dalam keterangannya, Kepala Dinas Pangan mengakui bahwa memang terjadi penurunan harga gabah di tingkat petani. Namun demikian, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Bulog SulutGo.
“Benar bahwa harga gabah di petani mengalami penurunan. Namun kami sudah berkoordinasi dengan Bulog SulutGo dan telah menyurati pimpinan wilayah Bulog,” ujar Mario.
Ia menjelaskan, Alhamdulillah dengan adanya permintaan Pak Gubernur Bulog akan segera melakukan penyerapan gabah dalam minggu ini, langkah daerah melalui surat resmi tersebut membuahkan hasil positif. Bulog tetap melakukan pembelian gabah petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, Bulog mengambil langkah cepat merespon permintaan Gubernur Gusnar Ismail untuk membeli gabah petani sesuai harga yang ditentukan. Insya Allah, dalam minggu ini Bulog akan segera melakukan pembelian untuk menyerap gabah petani sehingga pada musim panen kali ini para petani tidak akan dirugikan akibat turunnya harga gabah,” tambahnya.
Langkah cepat pemerintah daerah ini diharapkan mampu menenangkan keresahan petani serta menjaga stabilitas harga gabah di Gorontalo selama masa panen berlangsung.