PEMKOT - Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kembali melakukan silaturahmi langsung dengan masyarakat di Kelurahan Leato Selatan pada Jumat (10/4/2026).
Silaturahmi ini merupakan ramgkaian dari perayaam Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gorontalo ke-298. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti sejumlah isu krusial mulai dari perlindungan anak, kondisi keuangan daerah, hingga kebersihan lingkungan.
Adhan menekankan bahwa sosialisasi yang dilakukan merupakan bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat. Tujuannya agar warga memahami dengan jelas hak-hak yang dapat diperoleh, termasuk bantuan serta kewajiban seperti membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan retribusi sampah.
Namun, perhatian utama Adhan ada pada perlindungan terhadap anak. Wali kota dua periode ini menegaskan bahwa penggunaan handphone (HP) tanpa pengawasan menjadi salah satu sumber utama kasus pelecehan seksual yang terjadi.
“Berdasarkan penelitian, berbagai kasus pelecehan seksual ini bersumber dari HP. Oleh karena itu, saya minta orang tua memisahkan anak-anak dari hp,” ujar Adhan.
Adhan mengungkapkan pembatasan penggunaan Hp karena bahaya yang terjadi dapat berdampak pada masa depan anak.
“Lebih baik anak menangis sementara waktu daripada masa depannya hancur,” tegasnya.
Selain isu sosial, Adhan juga menjelaskan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam hal anggaran. Ia menyebutkan bahwa tahun ini Kota Gorontalo mengalami pemotongan anggaran dari pusat sebesar Rp127 miliar.
“Kota Gorontalo bukan daerah tambang atau industri, andalan kita hanya sektor jasa. Oleh karena itu, kita sangat bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan harus bekerja seefisien mungkin,” jelasnya.
Meskipun terbatas, ia memastikan pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
Dalam rangka HUT ke-298 Kota Gorontalo, berbagai kegiatan juga direncanakan, termasuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan dilaksanakan oleh pemerintah kota.
Di akhir sambutan, Adhan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah telah menyediakan armada pengangkut sampah untuk setiap kelurahan, namun partisipasi aktif masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya sangat diharapkan.
Kegiatan silaturahmi ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan yang akan dilakukan pemerintah kota di berbagai wilayah di Kota Gorontalo.(adv)